Aksi mogok di Yunani diwarnai bentrok

Aksi protes di Yunani

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para pemrotes dan polisi bentrok di Yunani selama aksi mogok 24 jam di Yunani

Polisi di Athena menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang melemparkan bom molotov dan batu saat aksi mogok selama 24 jam.

Kekerasan berlangsung selama unjuk rasa lebih dari 30.000 pekerja yang marah dekat gedung parlemen Yunani.

Massa memprotes pemerintah yang melakukan pemotongan anggaran yang berlebihan.

Aksi mogok melumpuhkan transportasi umum dan lebih dari 100 penerbangan dibatalkan.

Banyak sekolah ditutup dan rumah sakit mengurangi pelayanannya. Pengusaha kecil ikut bergabung dalam unjuk rasa dengan menutup toko-toko mereka.

Ini adalah aksi mogok terbesar pertama tahun ini sementara pemerintah tetap bersikukuh dengan program pengetatan anggaran yang dituntut dunia internasional dalam syarat pemberian dana talangan.

Pemerintahan sosialis pimpinan Perdana Menteri George Papandreou memotong anggaran dan meningkatkan pajak untuk mengurangi utang yang menggunung.

Mei tahun lalu, Yunani mendapatkan dana talangan US$150miliar dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional.

'Penghematan jangka panjang'

Serangkaian aksi mogok berlangsung tahun lalu sementara pemerintah memulai program penghematan ekonomi yang akan berlangsung selama beberapa tahun.

Wakil ketua serikat buruh Yunani GSEE Stathis Anestis mengatakan kebijakan pemerintah itu "keras dan tidak adil".

"Kita menghadapi penghematan jangka panjang dengan pengangguran tinggi dan merusak tatanan sosial kami," katanya kepada kantor berita Associated Press.

"Apa yang bertambah adalah tingkat kemarahan dan putus asa. Jika kebijakan keras ini berlanjut, kami juga akan bersikap keras," katanya.

Tahun ini pemerintah Yunani akan membuat upaya khusus untuk menurunkan penghindaran pajak, salah satu alasan menurunnya pendapatan negara.

Pemerintah Yunani memperkirakan pertumbuhan ekonomi turun 3% tahun ini.