Pembebasan sandera asal Denmark gagal

Scott dan Jean Adams warga AS yang dibunuh perompak Somalia di perairan Oman.

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Scott dan Jean Adams warga AS yang dibunuh perompak Somalia di perairan Oman.

Sebuah upaya untuk membebaskan sebuah keluraga asal Denmark yang disandera perompak Somalia dikabarkan berakhir dengan kegagalan.

Jan quist Johansen, istri, tiga anak mereka serta dua orang dewasa lainnya disandera sejak 24 Februari lalu.

Pasukan militer dari wilayah semi otonomi Puntland yang mencoba membebaskan para sandera dijebak dalam perjalanan mereka menuju persembunyian perompak.

Sejumlah prajurit tewas namun kondisi para sandera yang berada cukup jauh dari lokasi terjebaknya pasukan penyelamat dikabarkan dalam kondisi aman.

Sebelumnya, para perompak mengancam semua sandera akan dibunuh jika upaya pembebasan dilancarkan.

Koresponden BBC Afrika Timur Will Ross melaporkan tidak dapat dipastikan apakah para tentara Puntland itu mengetahui risiko tindakan mereka.

Meski sejauh ini kondisi keluarga Johanssen masih selamat, Will Ross menambahkan adanya upaya pembebasan itu bisa mengancam jiwa para sandera.

Keluarga Johanssen sedang berlayar di Samudera Hindia dan sudah mengetahui bahaya perompak di kawasan tersebut.

Kapal layar keluarga ini dibajak dua hari setelah para perompak menembak mati empat warga negara Amerika Serikat ketika pasukan AS mencoba menyelamatkan mereka.

Sejauh ini belum diketahui apakah para perompak sudah mengajukan tuntutan uang tebusan atau belum.

Sejak 1991 Somalia tidak memiliki pemerintah yang benar-benar berfungsi.

Lemahnya kekuasaan negara ini membuat perompak bisa dengan bebas beroperasi di perairan Somalia.

Sebuah lembaga pengawas perompak menyatakan saat ini sekitar 40 kapal dagang dan 400 orang disandera.