Obama tunjuk Locke sebagai Dubes AS di Cina

Presiden AS Barack Obama menunjuk Menteri Perdagangan Gary Locke sebagai duta besar AS yang baru untuk Cina menggantikan Jon Huntsman.
Huntsman sebelumnya telah mengumumkan pengunduran diri bulan lalu, dengan sejumlah spekulasi yang menyebut dia kemungkinan besar akan menyiapkan diri untuk pemilihan presiden 2012.
Locke, merupakan warga Amerika keturunan Cina pertama yang menduduki posisi menteri perdagangan AS. Ayah Locke merupakan penduduk asli Cina, yang datang ke AS bersama kakeknya.
"Hubungan kami dengan Cina merupakan sesuatu yang sangat penting di abad ke 21,'' kata Obama di Gedung Putih didampingi Locke dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.
"Sebagai cucu dari imigran Cina untuk hidup di Amerika, Gary merupakan orang yang tepat untuk melanjutkan kerjasama AS dengan Cina.''
Kakek Locke imigrasi dari Cina ke negara bagian Washington, bekerja sebagai buruh rumahan sebagai ganti biaya pelajaran bahasa Inggris.
Ayahnya yang juga kelahiran Cina membuka toko kelontong dan ikut bergabung bersama militer AS saat Perang Dunia II.
Perdagangan
"Saya akan kembali ke tempat kelahiran kakek, ayah, ibu dan kerabat lainnya,'' kata Locke.
"Dan saya akan melakukan pekerjaan ini dengan mencurahkan sepenuhnya untuk mendukung Amerika, negara dimana saya lahir dan dibesarkan.''
Locke, bergabung dengan pemerintahan Obama bulan Maret 2009, merupakan mantan gubernur negara bagian Washington dari Demokrat.
Sebagai menteri perdagangan, dia juga terlibat dalam proses perundingan dengan Cina terkait isu perdagangan.
Dia mendesak Beijing untuk bergerak maju dan lebih cepat untuk membuka pasarnya bagi perusahaan asing, dengan melonggarkan kontrol kursm dan menghentikan pembajakan hak atas kekayaan intelektual.
Presiden Obama juga memasang target untuk menggandakan nilai ekspor AS dalam lima tahun terakhir guna mendorong perbaikan ekonomi Amerika.
Penujukan Locke sebagai duta besar AS di Beijing sebagai kota pertumbuhan ekonomi terbesar dunia dengan defisit perdagangan terbesar AS senilai US$273 miliar tahun lalu, dianggap sebagai kunci penting bagi AS.





























