Kubu pro-Gaddafi rebut dua kota

Kerusakan di Zawiya

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Zawiya dilaporkan jatuh ke tangan rezim Gaddafi setelah di bom selama beberapa hari

Pasukan yang setia kepada pemimpin Libia Kolonel Muammar Gaddafi dilaporkan berhasil merebut dua kota penting.

Wartawan asing di kota Zawiya, arah barat dari Tripoli, membenarkan klaim rezim Gaddafi bahwa kota itu sudah jatuh ke tangan mereka setelah dihujani bom selama beberapa hari.

Para pemberontak dilaporkan sudah melarikan diri dari kota pelabuhan minyak Ras Lanuf, arah timur dari Tripoli.

Para pemimpin Uni Eropa akan segera membahas krisis ini, dengan Inggris dan Prancis memimpin upaya untuk mengeluarkan tanggapan yang keras.

Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyerukan agar kekerasan terhadap warga sipil segera dihentikan dan agar Gaddafi dan orang-orang dekatnya agar meninggalkan Libia.

Tetapi mereka menegaskan bahwa segala tindakan internasional terhadap Libia, termasuk menerapkan zona larangan terbang di Libia, hanya akan dilakukan bila ada dukungan masyarakat internasional secara luas.

Menteri-menteri pertahanan NATO membahas kebijakan larangan terbang kemarin, tetapi mereka memutuskan masih harus ada perencanaan yang lebih lengkap.

'Ancaman terhadap Benghazi'

Kelompok pemberontak melaporkan pada hari Jumat (11/3) bahwa pasukan pemerintah sudah masuk ke Ras Lanuf dengan kapal dan tank.

Berbagai laporan membahas ratusan pemberontakmelarikan diri ke arah timur dengan menaiki mobil dan truk.

Putra Gaddafi, Saif al-Islam memperingatkan para pemberontak di Benghazi bahwa pasukan pemerintah sedang menuju ke sana.

Tetapi Mustafa Abdul Jalil, yang sekarang menjadi pemimpin oposisi, memberi pernyataan yang menantang dalam wawancara dengan BBC.

Dia menyerukan agar masyarakat internasional mengikuti jejak Prancis dengan mengakui pemerintahan kubu pemberontak di Benghazi sebagai pemerintah yang sah di Libia.

Dia juga meminta pemerintah negara-negara Barat agar membantu perjuangan mereka dan mengatakan: "Semua orang seharusnya tahu bahwa kemampuan (militer) kami dan Gaddafi tidak sepadan. Dia mengepung berbagai kota agar orang-orang tidak bisa pergi," tambah Jalil.