Demonstran sasar pusat bisnis Bahrain

Sumber gambar, BBC World Service
Demonstran yang menginginkan reformasi kekuasaan di Bahrain mulai meningkatkan aksinya dengan menyasar pusat bisnis dan keuangan di ibu kota Manama.
Untuk menghentikan aksi tersebut, pasukan keamanan membubarkannya dengan serangkaian tembakan gas mata dan peluru karet yang mengakibatkan peserta aksi mundur ke sejumlah titik lokasi.
Laporan menyebutkan para demonstran kembali berkumpul di lokasi awal mereka, lapangan Mutiara.
Seperti dalam aksi sebelumnya, aksi kali ini didominasi oleh warga dari kelompok mayoritas, Syiah, yang menuntut perlakuan dari penguasa yang didominasi minoritas Muslim Sunni.
Banyak diantara pengunjuk rasa itu menyerukan penggulingan keluarga kerajaan.
Aksi demonstrasi kali mengakibatkan sejumlah negara seperti Inggris meningkatkan peringatan kepada warganya untuk tidak mengunjungi negara tersebut.
Raja Hamad bin Issa al-Khalifa, pemimpin Bahrain sebelumnya telah melakukan perombakan kabinet dengan mengganti empat menteri termasuk dua anggota kerajaan untuk merespon tuntutan para demonstran.
Meski langkah itu dinilai belum cukup oleh para demonstran namun sejumlah negara sekutu Bahrain seperti Amerika Serikat menyatakan akan mendukung proses reformasi yang dilakukan oleh penguasa Bahrain dibawah pimpinan Raja Hamad.





























