Bahrain datangkan pasukan asing

Pasukan dari beberapa negara tetangga tiba di Bahrain untuk membantu pemerintah meningkatkan keamanan setelah berlangsung aksi protes selama beberapa pekan.
Kehadiran pasukan asing ini atas permintaan pemerintah Bahrain, yang disampaikan kepada forum Kerja sama Teluk, yang beranggotakan enam negara. Mereka adalah Bahrain, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab.
Diperkirakan pasukan asing ini akan membantu mengamankan instalasi minyak dan lembaga-lembaga keuangan.
Seorang pejabat Arab Saudi mengatakan sekitar 1.000 orang tentara negara tetangga tiba di Bahrain Minggu pagi, (13/3).
Pasukan asing diperkirakan diterjunkan di sejumlah lokasi penting antara lain instalasi minyak dan gas dan lembaga-lembaga keuangan.
Kubu oposisi Bahrain mengatakan kedatangan pasukan asing sama dengan pendudukan. Analis BBC mengenai masalah Timur Tengah Magdi Abdelhadi mengatakan kedatangan pasukan asing menunjukkan bahwa aksi unjuk rasa di Bahrain terlalu berat untuk ditanggung sendiri.
Selain itu, kestabilan Bahrain juga menjadi kepentingan negara-negara tetangga.
"Para penguasa negara-negara Teluk mengamati secara seksama pergolakan di negara-negara Arab," jelas Magdi Abdelhadi.
Hari Minggu kemarin para pemrotes menerobos penjagaan polisi dan menguasai beberapa ruas jalan.
Masyarakat minoritas Syiah di negara itu sudah lama mengeluh mereka mengalami diskriminasi di tangan kalangan elit Sunni yang memerintah. Namun bulan lalu terjadi protes besar-besaran setelah presiden Tunisia dan presiden Mesir ditumbangkan oleh pergolakan rakyat.





























