Polisi Suriah tembakkan gas air mata

Bashar al-Ashad

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Bashir al-Ashad meneruskan kekuasaan dari ayahnya mulai tahun 2000

Pasukan keamanan Suriah menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa antipemerintah dalam acara pemakaman dua pria yang tewas dalam aksi demonstrasi di Deraa.

Ribuan orang mengikuti prosesi pemakaman di kota Deraa, Suriah selatan, dan para pelayat meneriakkan slogan-slogan menuntut kebebasan ketika mereka berjalan di belakang iring-iringan peti jenazah.

"Allah, Suriah, kebebasan. Siapa pun yang membunuh saudaranya sendiri adalah pengkianat," kata para saksi mata seperti dilaporkan oleh kantor berita Reuters.

Mereka adalah dua dari empat korban yang ditembak oleh polisi Suriah dalam aksi demonstrasi hari Jumat, (18/3).

Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengatakan sedikitnya satu orang ditangkap oleh polisi rahasia dalam demonstrasi mengiringi pemakaman ini.

Mereka juga mengatakan beberapa orang mengalami luka-luka ketika berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.

Kantor berita Suriah, Sana, melaporkan kekerasan dan "aksi sabotase" terjadi di Deraa sehingga pasukan keamanaan turun tangan. Disebutkan "para penyusup" berusaha "memprovokasi kerusuhan melalui aksi kekerasan yang menyebabkan kerusakan pada properti pribadi dan umum".

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, tidak mentoleransi pembangkangan. Partai yang dipimpinnnya, Baath, telah mendominasi politik Suriah selama hampir 50 tahun.

Pemerintah Amerika Serikat mengecam kekerasan di Suriah dan meminta pemerintah negara itu untuk tidak menggunakan penindasan.