Presiden Yaman siap 'mengundurkan diri'

Sumber gambar, AP
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh siap mundur jika oposisi serius mengikuti dialog untuk mengakhiri krisis politik.
Perkembangan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Abubakr al Qirbi.
"Presiden siap mengambil segala kemungkinan dengan syarat oposisi bersedia berdialog secara serius," kata Qirbi dalam wawancara dengan kantor berita Reuters di Sanaa, Sabtu (26/3).
"Saya berharap hari ini syarat-syarat itu bisa disepakati," imbuh Qirbi.
Ia mengatakan partai oposisi utama dijadwalkan berunding dengan partai berkuasa pada hari Sabtu. Salah satu yang dibahas adalah kerangka waktu pengunduran diri presiden.
Kerangka waktu
"Kerangka waktu ini bisa dibicarakan. Masalah ini semestinya tidak menjadi batu sandungan antara dua pihak," katanya.
Ia menambahkan bila oposisi bersungguh-sungguh ingin mengakhiri krisis di Yaman, kesepakatan dengan pemerintah akan bisa dicapai.
"Situasinya akan sulit diprediksi bila ada pihak yang tidak bersungguh-sungguh," tegas Qirbi.
Wartawan BBC di Yaman mengatakan ini untuk pertama kalinya pemerintah menyampaikan syarat-syarat pengunduran diri Presiden Saleh.
Sebelumnya Presiden Saleh - yang telah berkuasa selama 32 tahun - mengatakan dirinya akan meletakkan jabatan pada akhir tahun ini namun oposisi meminta presiden mundur secepatnya.
Yaman dilanda krisis sejak Januari tidak lama setelah gerakan rakyat berhasil menumbangkan pemimpin Tunisia dan Mesir.





























