Tindakan penguasa Suriah dicela dunia

Sumber gambar, Reuters
Masyarakat internasional mencela pemerintah Suriah menyusul laporan-laporan bahwa tentara menembak para pengunjuk rasa damai hari Jumat.
AS mengatakan Suriah mencoba "menumpas dan menakut-nakuti demonstran", sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon mendesak Damaskus agar menahan diri.
Para saksi mata mengatakan puluhan orang tewas dalam berbagai aksi protes tetapi kabar ini tidak bisa dikukuhkan secara independen.
Aksi protes itu terjadi sehari setelah Suriah mengatakan mereka akan mempertimbangkan perubahan politik.
Unjuk rasa dilakukan di kota-kota kecil dan besar di Suriah termasuk ibu kota Damaskus.
'Reaksi brutal'
Di AS, jurubicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan Washington sangat prihatin terhadap apa yang terjadi di Suriah.
"Kami mencela keras tindakan pemerintah Suriah untuk menumpas dan menekan pengunjuk rasa," kata Carney hari Jumat sore.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menelefon presiden Suriah, Bashar al-Assad, untuk meminta "tahan diri secara maksimum".

Ban juga menekankan bahwa Damaskus berkewajiban untuk menghormati hak asasi warganya.
Amnesty International --yang menyatakan kekhawatiran bahwa 55 orang tewas di Suriah dalam minggu lalu-- juga mencela perlakuan terhadap para demonstran oleh Damaskus.
Tembakan senapan terdengar di kota Deraa yang menjadi pusat tantangan serius terhadap resji Presiden Assad. Para pengunjuk rasa yang turun ke jalan-jalan di Deraa menghadiri pemakaman 25 demonstran yang terbunuh hari Rabu.
Sebagian pengunjuk rasa menghidupkan api di bawah patung perunggu ayah Bashar al-Assad, yaitu mendiang Presiden Hafiz al-Assad, kata para saksi mata.
Rombongan lain pengunjuk rasa yang mencoba masuk ke Deraa terbunuh di dekat desa Salamen ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan.





























