Suriah 'bebaskan' tahanan politik

Sumber gambar, AP
Pihak berwenang Suriah telah membebaskan tahanan politik dalam jumlah banyak, kata laporan-laporan.
Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah yang berkantor di London mengatakan lebih dari 200 tahanan, sebagian besar tahanan politik berhaluan Islam, dibebaskan dari Saidnaya, Damaskus.
"Pihak berwenang Suriah membebaskan lebih dari 200 tahanan dari Saidnaya, mayoritas tahanan politik berhaluan Islam, setelah para tahanan mengajukan permohonan pembebasan," kata Rami Abdulrahman, kepala Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah kepada kantor berita AFP.
Namun jumlah tahanan yang dibebaskan masih simpang siur. Seorang pegiat HAM lain mengatakan jumlah tahanan yang dibebaskan tercatat 70 orang. Sejauh ini pemerintah Suriah belum memberikan penjelasan mengenai pembebasan tahanan.
Perkembangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan PBB mengecam tindakan pemerintah Suriah dalam menangani demonstran pada Jumat (25/3). Para saksi mata mengatakan puluhan orang terbunuh dalam protes.
Sementara itu, unjuk rasa kembali berlangsung hari ini (26/3) di sela-sela pemakaman sebagian korban penembakan dalam unjuk rasa di Deraa, Jumat.
Menurut Amnesti International, sedikitnya 55 orang tewas di Suriah sejak berlangsung demonstrasi menuntut demokrasi dan kebebasan.
Pemerintah Suriah telah menyatakan akan mempertimbangkan reformasi politik termasuk kemungkinan pencabutan undang-undang darurat yang diberlakukan sejak 1963.
Pemerintah juga berjanji akan mengadili pihak-pihak yang diduga membunuh demonstran.





























