Suriah: ribuan demonstran dukung Assad

Sumber gambar, BBC World Service
Puluhan ribu orang berunjuk rasa di kota-kota Suriah mendukung Presiden Bashar al-Assad, yang menghadapi gelombang kerusuhan dalam baberapa hari belakangan.
Berbagai demo pro-Assad berlangsung sebagai reaksi atas imbauan pemerintah hari Senin.
Presiden Assad diduga kuat akan mengumumkan serangkaian perubahan dalam satu-dua hari mendatang untuk menanggapi kerusuhan yang menelan korban puluhan orang tewas.
Para wartawan mengatakan pemerintah diperkirakan akan mundur hari Selasa sore (29/3) karena gagal memenuhi tuntutan rakyat.
Siaran langsung televisi negara Suriah menunjukkan massa pendukung Assad di ibu kota, Damaskus, selain juga di Aleppo, Hasaka, Homs dan Hama.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan seperti, "Allah, Suriah dan Bashar" dan ada pula "Kami akan mengorbankan jiwa kami untukmu, Bashar".
Anak-anak sekolah diberi libur satu hari dan para pegawai bank serta pekerja lain diberi waktu dua jam untuk ikut demonstrasi, kata laporan kantor berita AFP.
UU darurat
Assad sedang berusaha mengatasi aksi protes prodemokrasi yang telah berlangsung dua pekan menentang rezimnya, dan berbagai kelompok hak asasi manusia mengatakan lebih 60 roang tewas.
Kerusuhan menjadi ancaman terbesar kekuasaan Presiden Assad, 45 tahun, yang menggantikan ayahnya Hafiz yang meninggal dunia di tahun 2000.
Pergolakan bermula setelah penahanan beberapa remaja yang menuliskan grafiti antipemerintah di satu tembok di kota Deraa, Suriah selatan, dan dengan cepat menyebar ke provinsi-provinsi lain.
Gejolak politik melanda beberapa negara di kawasan Timur Tengah, yang berawal dari unjuk rasa di Tunisia akhir tahun lalu yang berhasil menggulingkan Presiden Ben Ali.





























