Sejumlah Pejabat Libia membelot

Gaddafi

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Gaddafi ditinggalkan sejumlah orang dekatnya setelah posisinya terpojok.

Laporan stasiun televisi Al-Jazeera menyebutkan sejumlah pejabat dan penasihat dekat pemimpin Libya Kolonel Muammar Gaddafi telah meninggalkan negara itu dan sudah berada di Tunisia.

Seperti langkah yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Libia, Moussa Koussa, mereka akan terbang ke negara tujuan melalui Tunisia.

Stasiun televisi itu melaporkan sejumlah pejabat yang ikut meninggalkan negara tersebut diantaranya adalah Menteri Intelijen Libia, Deputi Menteri Luar Negeri dan Juru Bicara Partai Kongres Rakyat Umum (GPC).

Namun sejumlah Menteri yang namanya sempat disebut dalam kelompok itu membantah bahwa mereka ikut membelot dan meninggalkan Libia, salah satunya adalah Menteri Perminyakan, Shukri Ghanim.

Ghanim menyatakan dirinya masih berada di negara tersebut dan tidak berniat meninggalkan negara itu.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Libia Moussa Koussa telah membelot dari rezim Muammar Gaddafi dan telah tiba di banda udara Farnborough, London dari Tunisia, Rabu (30/3) malam waktu setempat.

Namun, pemerintah Libia tidak mengakui pembelotan Koussa dengan menyatakan bahwa menteri berusia 60 tahun itu sedang melakukan sebuah misi diplomatik.

Pembelotan Moussa Koussa ini terjadi saat pasukan oposisi dipukul mundur pasukan pro Gaddafi di kota Brega.

Pemerintah Inggris saat ini tengah menanyai kepastian tujuan Koussa. Mereka memastikan tidak akan menawari kekebalan atas hukum internasional dan Inggris kepada Koussa yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Intelijen Libia.