Moussa Koussa tidak ditawarkan kekebalan hukum

Sumber gambar, REUTERS
Pemerintah Inggris mengatakan tidak menawarkan kekebalan hukum kepada Menteri Luar Negeri Libia, Moussa Koussa, yang kini berada di London.
"Moussa Koussa tidak mendapat tawaran kekebalan dari hukum Inggris maupun hukum internasional. Dia secara sukarela berbicara dengan pejabat Inggris, termasuk staf Kedutaan Inggris di Tripoli yang saat ini sudah berkantor di London," kata Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague.
Moussa Koussa secara tiba-tiba mendarat di London, Rabu 30 Maret, dan menurut William Hague mengundurkan diri dari rezim Muammar Gaddafi.
Para pejabat Inggris kini sedang mewawancarai Koussa, yang pernah menjabat kepala dinas intelijen dan merupakan salah seorang yang dekat dengan Gaddafi.
"Pengunduran dirinya memperlihatkan bahwa rezim Gaddafi, yang sudah ditingglakan kaum oposisi, seang terpecah danmabruk dari dalam dirinya sendiri," tambah Hague kepada para wartawan.
"Gaddafi harus bertanya kepada dirinya tentang siapa lagi yang akan meninggalkan dia."
Bukan yang pertama
Sejak perlawanan atas Gaddafi marak bulan Februari, sejumlah pejabat senior Libia sudah menyeberang untuk bergabung dengan kelompok pemberontak.
Mereka yang membelot itu antara lain menteri kehakiman dan duta besar Libia untuk PBB, Amerika Serikat, Prancis, dan India.
Moussa mendarat bandara Farnborough, Hampshire, dan diyakini menggunakan pesawat militer Inggris.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, Rabu kemarin, menyatakan bahwa Moussa Koussa adalah salah seorang pejabat tinggi di pemerintahan Gaddafi dengan peran mewakili rezim di dunia internasional yang tidak ingin dilakukannya lagi.
Namun seorang juru bicara pemerintah Libia membantah Koussa membelot dan mengatakan dia sedang melaksanakan misi diplomatik.
Sementara itu di medan perang, pasukan pemberontak Libia kembali dipukul mundur setelah berupaya untuk bergerak maju lewat jalur dart dari dari Ajdabiya menuju Brega.
Wartawan BBC, Nick Springate -yang berada di gurun pasir antara Ajdabiya dan Brega- melaporkan bahwa kenderaan yang memimpin gerak maju pemberontak hancur dan ratusan kenderaan di belakangnya berbalik untuk kembali ke arah Ajdabiya.
Mereka kini berada di gurun pasir menunggu instruksi apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.





























