Pasukan pemerintah al-Assad melepas tembakan

Sumber gambar, Reuters
Pasukan Suriah dilaporkan menembak sedikitnya lima pengunjuk rasa antipemerintah di beberapa kota.
Kantor-kantor berita menyebutkan antara lima hingga 10 orang tewas walau rinciannya masih belum jelas.
Sementara itu saksi mata mengatakan sejumlah orang cedera di Homs dan di kawasan Douma, pinggiran Damaskus, walau laporan ini masih belum bisa dikukuhkan.
Seorang penduduk Homs -kota di sebelah barat dengan penduduk 700.000- mengatakan kepada BBC dia mendengar tembakan dan ada tiga unjuk rasa terpisah di kota tersebut.
"Aparat keamanan membubarkan unjuk rasa dengan menggunakan peluru tajam," kata penduduk yang tak mau disebutkan namanya itu.
"Lebih dari 10.000 orang. Saya sudah berbicara dengan beberapa diantara mereka karena saya tidak bisa ke luar."
Di Douma, seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia membantu membawa tiga orang yang menderita luka tembal di bagian kaki.
Aparat keamanan juga dilaporkan melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa di kota Hama, di bagian tengah Suriah.
Unjuk rasa serupa berlangsung pula di Deraa, Suriah selatan, dan di Baniyas.
Pembatasan media
Gerakan massal menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad ini sudah berlangsung selama sebulan lebih.
Presiden al-Assad sudah memberikan konsesi berupa pencabutan undang-undang, yang merupakan salah satu tuntutan pengunjuk rasa.
Kelompok pegiat Human Rights Watch, HRW, mendesak agar Presiden al-Assad membuktikan niat baiknya dengan membiarkan unjuk rasa berlangsung tanpa 'tekanan kekerasan.'
"Reformasi baru akan bermakna jika aparat keamanan Suriah berhenti menembak, menahan, dan melukai pengunjuk rasa," kata Joe Stork, wakil direktur HRW untuk kawasan Timur Tengah.
Kantor berita internasional umumnya tidak mendapat izin memasuki Suriah sehingga pengumpulan informasi tentang insiden di sana terbatas.
Banyak informasi maupun foto dan video yang beredar di dunia internasional dikirimkan oleh para saksi mata.
Bersamaan dengan aksi unjuk rasa ini, sebuah organisasi yang memayungi pengunjuk rasa -di bawah nama Komite Organisasi Lokal Suriah- mengeluarkan pernyataan bahwa yang diinginkan unjuk rasa antipemerintah adalah "reformulasi mendesak dari lembaga-lembaga nasional."





























