Suriah akan tindak tegas demonstran

Warga berdemonstrasi lagi di Suriah

Sumber gambar, s

Keterangan gambar, Demontrasi anti pemerintah di Suriah semakin besar dalam minggu-minggu belakangan ini

Demonstrasi antipemerintah dilaporkan meledak lagi di ibukota Suriah, Damaskus, dan kota-kota lain di seluruh negara.

Pasukan bersenjata dalam jumlah besar dan aparat keamanan lain dilaporkan berada di jalan-jalan di Damaskus untuk meredam aksi protes dengan menggunakan gas air mata selepas salat Jumatr.

Demonstrasi dilaporkan terjadi di Homs, di kawasan utara dan di kota-kota pantai.

Para pegiat menyerukan "hari kemarahan" dan solidaritas kepada para korban tindakan kekerasan belakangan ini di kota Deraa.

Seorang penduduk Deraa, yang menjadi ajang demonstrasi paling besar, mengatakan kepada BBC bahwa dua orang tewas di sana pada hari Jum'at, namun hal ini tidak bisa dikonfirmasikan oleh pihak independen.

Sudah beberapa hari ini tidak ada listrik di kota itu dan dikabarkan telah "dikunci".

Di Deraa, pasukan dilaporkan telah melepas tembakan ke udara dan mengintimidasi penduduk agar tinggal di rumah saja.

"Mereka akan melepas tembakan jika anda keluar rumah," kata seorang penduduk kepada kantor berita Reuters.

Para pegiat dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan tindakan tegas pemerintah belakangan ini terhadap para pembangkang telah menyebabkan sekitar 500 orang tewas.

Kecaman internasional semakin pedas terhadap tanggapan pemerintah atas aksi protes melawan rejin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

Para pejabat Uni Eropa bersidang di Brussels hari Jum'at untuk membicarakan sanksi terhadap rejim Presiden Bashar al-Assad, sementara Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengadakan sidang darurat di Genewa mengenai Suriah.