Presiden Iran hentikan 'boikot'

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei (kiri) bertemu dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Sumber gambar, khamenei.ir

Keterangan gambar, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei (kiri) bertemu dengan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mulai melaksanakan tugas resminya setelah melancarkan 'boikot', kata media Iran.

Ahmadinejad tidak terlihat di tempat kerja selama lebih dari satu minggu dan itu terjadi di tengah laporan tentang perselisihan sang presiden dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Ahmadinejad tidak hadir dalam dua rapat kabinet dan membatalkan kunjungan ke kota suci warga Syiah, Qom.

Rangkaian kejadian yang dipandang sebagai boikot ini dikait-kaitkan dengan ketegangan hubungan Ahmadinejad dan Ayatullah Khamenei.

Ketegangan yang merebak antara kubu pendukung kedua tokoh mencuat ke permukaan pada 17 April, ketika Menteri Intelijen Heidar Moslehi dipaksa mengundurkan diri, kata wartawan BBC.

Tidak lama kemudian Moslehi dikembalikan ke posisinya oleh pemimpin tertinggi.

Setelah Ahmadinejad absen dari beberapa kegiatan pemerintaan, Kalangan politisi berhaluan konservatif di parlemen Iran menekan Ahmadinejad agar kembali melakukan tugas-tugasnya.

Dalam sepucuk surat yang disampaikan hari Sabtu (30/4), hampir 300 anggota parlemen meminta Presiden Ahmadinejad menghormati keputusan Ayatullah Khamenei.

Kantor berita Fars mengatakan sekelompok anggota parlemen dari kubu berhaluan konservatif telah menemui Ahmadinejad hari Sabtu.

Fars mengutip para politisi mengatakan Presiden Ahmadinejad telah kembali menyatakan kesetiaan kepada Ayatullah Khamenei.