Ahmadinejad: Aksi protes akan gagal

Aksi unjuk rasa di Teheran mengakibatkan dua orang tewas dan belasan luka-luka.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Aksi unjuk rasa di Teheran mengakibatkan dua orang tewas dan belasan luka-luka.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menegaskan aksi unjuk rasa yang digelar kelompok oposisi, Senin (14/2) lalu di beberapa kota negeri itu tidak akan menghasilkan apapun.

"Iran memang memiliki banyak musuh karena Iran adalah negeri yang akan bersinar, mencapai kejayaannya dan mengubah hubungan internasionalnya," kata Ahmadinejad.

"Sangat banyak upaya melawan pemerintah. Namun upaya itu tidak akan berhasil," tambah dia.

Ahmadinejad bahkan bersumpah akan menghukum semua organisasi yang menggerakkan aksi unjuk rasa tersebut.

Dua orang dilaporkan tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka saat para pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi di pusat kota Teheran.

Tindakan tegas pemerintah Iran ini langsung mengundang protes Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Saya melihat sesuatu yang ironis. Rezim Iran nampaknya ikut merayakan revolusi Mesir. Namun dalam kenyataannya mereka melakukan yang sebaliknya dengan menembaki dan memukuli masyarakat yang mencoba mengekspresikan pendapat mereka secara damai," kata Obama.

Obama menambahkan pemerintahannya tidak akan ikut campur dalam kebijakan dalam negeri Iran.

Dia hanya berharap rakyat Iran memiliki cukup keberanian untuk mengekspresikan keinginan mereka untuk memperoleh lebih banyak kemerdekaan dan pemerintahan yang lebih memihak rakyat.

Senin lalu, ribuan orang berkumpul di lapangan Azadi Teheran sebagai solidaritas atas gerakan rakyat Tunisia dan Mesir.

Aksi ini adalah yang terbesar sejak Desember 2009 yang menelan korban delapan orang tewas.