Tentara Suriah tahan 500 orang di Deraa

Sumber gambar, BBC World Service
Tentara Suriah menewaskan 10 orang dan menahan 499 lainnya dalam penggrebekan dari rumah ke rumah di Deraa, menurut seorang juru bicara militer.
Penduduk mengatakan pria berusia 15 sampai 40 tahun tahun ditahan dengan diborgol dan digiring ke tempat penahanan.
Minggu lalu, tentara menggunakan tank-tank untuk mengambil alih Deraa, pusat unjuk rasa menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan 560 orang tewas di berbagai kota di seluruh negara.
Hari Minggu lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengecam langkah meredam aksi prodemokrasi yang dimulai enam minggu lalu, yang dipicu oleh revolusi di Tunisia dan Mesir.
Pekan lalu Amerika Serikat memblok aset dua pejabat tinggi Suriah serta saudara laki-laki Presiden Assad, Maher yang memimpin divisi militer Suriah yang paling ditakutkan.
Penahanan paksa

Sumber gambar, BBC World Service
Penduduk Deraa mengatakan kepada kantor berita Reuters mereka melihat bus yang penuh dengan pria muda yang diborgol dan dibawa ke tempat penahanan di kota itu.
"Mereka menahan semua pria di atas 15 tahun. Mereka menggunakan taktik keamanan lama dan mereka melakukan aksi pembalasan," kata tokoh hukum di Deraa yang tidak mau disebut namanya.
Penyerangan terjadi setelah tentara mengambil alih masjid Omari, yang menjadi pusat demonstran antipemerintah.
Tentara mengatakan lebih dari 70 orang tewas di Deraa sejak hari Jumat, menurut penduduk dan kelompok hak asasi manusia.
Di tengah aksi militer ini, para pengunjuk rasa meningkatkan aksi di sejumlah kota.
Ribuan orang turun ke jalan-jalan hari Minggu lalu di Homs dan juga di Rastan.
Di kota Kurdi Karbawai, kawasan utara Suriah, sekitar 2000 orang menghadiri pemakaman anggota wajib militer Ahmad Fanar Mustafa yang berusia 20 tahun. Ayahnya menuduh militer sengaja menuduhnya karena ia menolak turut serta dalam operasi meredam demonstrasi.
Pemerintah Assad menyalahkan pihak militan dan "pasukan asing" menyebabkan kerusuhan yang menurut mereka menelan 80 tentara.
Wartawan asing tidak diijinkan masuk negara itu dan gambaran jelas tentang apa yang terjadi di Suriah masih tetap belum jelas.





























