Pegiat demokrasi bertekad masuk Deera

Aksi protes di Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Aksi protes di Deera menuntut pengunduran diri pemerintahan Bashar al Assad

Pegiat pro demokrasi Suriah mengatakan mereka akan memasuki kota Deera hari Minggu (1/5) untuk meringankan beban lebih dari 100 ribu orang yang terperangkap didalamnya karena pengepungan pasukan pemerintah.

Revolusi Suriah 2011, kelompok yang memimpin aksi protes bertekad dalam pernyataan di Facebook untuk aksi solidaritas di Deera. Seperti dikutip kantor berita AFP, mereka menyatakan "kami hanya tunduk kepada Tuhan".

Tentara yang naik tank yang didukung kendaraan lapis baja berpatroli di jalan-jalan Deera hari Minggu.

Seorang pegiat dikutip AFP mengatakan patroli itu membuat para warga tidak berani keluar rumah dan sejumlah pria di atas 15 tahun ditangkap.

"Sejak pagi dinihari tentara dan aparat keamanan lainnya mendatangi warga dan melakukan penangkapan. Ratusan orang sudah ditahan sejak hari Jumat," ujar Abdullah Abizad kepada AFP.

Pegiat akan mengambil tindakan hari ini di Deera sebagai awal aksi protes nasional yang berlangsung seminggu.

Aksi protes direncanakan hari Selasa di Banias dan Jableh di Suriah utara. Kemudian hari Rabu di Homs, Talbisseh dan Tall Kalakh di perbatasan dengan Libanon.

Aturan ketat

Ribuan tentara menyerbu Deera enam hari lalu dan memberlakukan aturan ketat di kota yang menjadi pusat aksi protes menentang rezim Presiden Bashar al-Assad.

Air dan listrik sudah diputuskan di Deera ketika situasi memburuk saat 3.000 tentara didukung tank menyebru kota awal pekan lalu.

Hari Sabtu, enam orang tewas di Deera saat tentara pemerintah menyerbu sebuah mesjid yang menjadi pusat kegiatan pemrotes.

Sejumlah orang dari daerah sekitar Deera berusaha masuk kota itu untuk mengirimkan makanan dan obat-obatan. Namun 20 diantaranya tewas dalam bentrokan hari Jumat.

Perdana Menteri baru Suriah mengatakan pemerintahannya akan menyetujui perubahan penting perundangan berkaitan dengan partai politik dan media.

Komite Martir seperti dikutip AFP menyebutkan, sedikitnya 582 orang tewas di tangan aparat keamanan sejak munculnya unjuk rasa menentang pemerintah. Lebih dari 66 diantaranya tewas dalam bentrokan hari Jumat.