Australia pertanyakan pusat suaka PNG

gillard

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Gillard mengatakan pusat pemrosesan kawasan diperlukan

Australia memperdebatkan rencana pembukaan kembali pusat pencari suaka di Papua Nugini.

ABC News mengatakan pemerintah sedang berunding dengan PNG untuk membuka kembali pusat penahanan di Pulau Manus.

Perdana Menteri Julia Gillard tidak memberikan kepastian tetapi seorang menteri PNG mengatakan permintaan pembukaan pusat tersebut sudah diajukan.

Pusat pulau Manus adalah bagian dari apa yang disebut dengan "jalan keluar Pasifik" yang diterapkan pemerintahan John Howard.

Pusat pemrosesan didirikan disana dan di pulau kecil Nauru. Pemerintahan kedua negara menerima bantuan jutaan dolar sebagai imbalan.

Angkatan laut Australia dikerahkan untuk mengalihkan semua kapal ke tempat dimana mereka ditahan selama berbulan-bulan dibawah pengamanan ketat.

Sebagian pencari suaka melakukan mogok makan memprotes keadaan tempat tinggal yang buruk dan karena mereka masih tetap ditahan.

Pelanggaran konvensi

Banyak warga Australia mendukung kebijakan ini tetapi kelompok hak asasi manusia mengecam dam menuduh Australia gagal memenuhi persyaratan konvensi pengungsi.

Kebijakan tersebut diubah pada tahun 2008 oleh pendahulu Gillard, Kevin Rudd, setelah mengalahkan Howard dalam pemilihan umum.

Tetapi Australia mengalami lonjakan kedatangan manusia perahu dalam beberapa bulan terakhir, sehingga muncul desakan penerapan kebijakan yang lebih tegas.

Menteri Luar Negeri PNG Don Pyle mengatakan negaranya diminta Australia untuk mendirikan pusat pemrosesan.

"Australia mendukung pendirian pusat tersebut dimanapun, tetapi Manus adalah tempat yang tepat," katanya seperti dikutip ABC News.

Dia mengatakan rencana tersebut telah dibicarakan dalam rapat kabinet khusus hari Jumat.