Presiden : ASEAN wajib respon konflik

KTT ASEAN
Keterangan gambar, KTT ASEAN menyoroti konflik bersenjata antara Thailand-Kamboja.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ASEAN wajib merespon dinamika konflik yang dapat mempengaruhi citra organisasi yang beranggotakan 10 negara Asia Tenggara itu.

Pemegang jabatan Ketua organisasi yang beranggotakan 10 negara Asia Tenggara ini menyampaikan dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi KTT ke-18 ASEAN yang digelar di Balai Sidang Jakarta Sabtu (7/5).

Presiden Yudhoyono mendesak ASEAN dapat memfasilitasi dialog dan forum untuk menyelesaikan konflik antar negara.

"Jika terjadi konflik, ASEAN harus memfasilitasi (dengan) forum dialog terbuka," tegas Yudhoyono tanpa menyebutkan konflik yang dimaksudnya.

Seperti dilaporkan Wartawan BBC Dewi Safitri, pernyataan ini muncul tepat di tengah konflik masalah wilayah perbatasan yang masih berlanjut antara Kamboja-Thailand.

Sedikitnya, 17 orang tentara dan warga sipil tewas akibat bentrokan senjata, yang tak lazim terjadi dalam sengketa yang terjadi antara negara ASEAN.

Pemerintah Indonesia melakukan upaya untuk mendamaikan kedua negara dengan proposal pengiriman tim beranggotakan 30 orang ke wilayah perbatasan yang diperebutkan.

Kamboja menyetujui usulan Indonesia itu, tetapi Thailand mengajukan syarat agar militer Kamboja ditarik dari wilayah sengketa.

Pertemuan antara Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva belum diagendakan.

KTT ASEAN akan digelar 7-8 Mei 2011, dihadiri oleh Kepala Pemerintahan dan yang mewakili Negara ASEAN, termasuk Presiden Burma U Thein Sein.

Dalam KTT ini, Burma datang lebih awal dalam upaya mengajukan proposal untuk memegang jabatan Ketua ASEAN 2014, yang juga mendominasi pemberitaan selain konflik Thailand-Kamboja.

Burma seharusnya mendapat jatah menjadi ketua ASEAN di tahun 2005, namun mereka gagal mendapatkannya setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa mengancam akan memboikot pertemuan ASEAN.

Agenda resmi KTT adalah persiapan memasuki Komunitas ASEAN 2015 serta upaya membuat ASEAN lebih berperan dalam berbagai isu Global.