Oposisi pukul mundur tentara Gaddafi

Sumber gambar, AFP
Pasukan pemberontak di kota Misrata mengklaim berhasil memukul mundur pasukan pemerintah Libia dari wilayah kota tersebut.
Misrata, satu-satunya kota wilayah barat Libia yang dikuasai pemberontak sudah berada di bawah kepungan pasukan pemerintah selama dua bulan.
Pasukan Moammar Gaddafi menembaki pasukan pemberontak dan warga sipil menggunakan persenjataan berat.
"Penembakan dan pemboman terus terjadi di Misrata selama lebih dari dua bulan. Inilah yang menjadi keprihatinan kami," kata Kepala Misi Kemanusiaan PBB Valerie Amos.
Akibat pengepungan dan penembakan ini, lanjut Amos, warga sipil kini mulai kesulitan memperoleh makanan, air bersih dan kebutuhan pokok lainnya.
Sejauh ini, sejumlah sumber mengatakan jumlah korban tewas di Misrata diperkirakan sudah mencapai 300 orang.
Pasukan pemberontak mengakui Misrata masih dalam kondisi terkepung, namun mereka mengklaim bisa merangsek maju sejauh 30km ke arah ibukota Tripoli.
Namun, akibat minimnya informasi sehingga klaim dari kedua belah pihak tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu dalam sebuah pernyataan resminya NATO mengatakan satu misi serangan udaranya berhasil menghantam sejumlah peluncur roket, artileri dan tiga bangunan yang digunakan pemerintah Libia untuk "menyakiti" warga sipil.
Moral tinggi
Seorang juru bicara pemberontak Reda kepada Reuters mengatakan pasukannya masih melakukan perlawanan di timur, barat dan selatan Misrata termasuk di sekitar bandara.
"Pasukan pemberontak menguasai sisi barat sementara pasukan lainnya menguasai sisi tenggara bandara," katanya sembari mengatakan pemberontak sangat terbantu serangan udara NATO.
AFP bahkan melaporkan pasukan pemberontak kini sudah menguasai sebagian wilayah pantai yang mengarah ke ibukota.
"Kami memukul mundur Gaddafi dari Misrata," kata Mohammad, seorang pemberontak kepada BBC.
Dia mengatakan situasi sudah berubah di Misrata, antara lain frekuensi penembakan dan pemboman pasukan Gaddafi yang menurun dibanding beberapa pekan lalu.
"Warga sudah mulai tenang. Banyak dari mereka kini keluar rumah untuk berbelanja. Beberapa keluarga sudah kembali ke rumah mereka yang tadinya ditinggalkan," tambah Mohammad.
Mohammad menambahkan moral pasukan pemberontak kini tengah tinggi dan mereka akan terus maju.
Bantuan masuk Misrata

Sumber gambar, BBC World Service
Wartawan BBC di Benghazi Andrew Harding mengatakan pasukan pemberontak berhasil menyelundupkan senjata ke kota Zlitan dan berharap warga kota itu akan bangkit melawan Gaddafi.
Namun, tambah Harding, Zlitan masih dikuasai pasukan pemerintah dan sangat sulit bagi pemberontak untuk menguasai kota itu.
Sementara itu, sebuah kapal milik Palang Merah Internasional berhasil merapat di pelabuhan Misrata membawa obat-obatan, makanan bayi, peralatan listrik dan air bersih.
Pelabuhan Misrata menjadi nadi kehidupan kota itu sehingga memungkinan para pengungsi meninggalkan kota yang porak poranda itu dan menjadi jalan masuknya bantuan internasional.
Sekjen NATO Jenderal Anders Fogh Rasmussen kepada CNN mengatakan bahwa kejatuhan Gaddafi tinggal menunggu waktu saja.
"Permainan sudah berakhir bagi Gaddafi. Dia harus menyadari bahwa sudah tak ada lagi masa depan bagi rezimnya," kata Rasmussen.





























