Oposisi siapkan Libia pasca Gaddafi

Para menlu kelompok kontak Libia di Roma

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Oposisi Libia menjelaskan "peta jalan" pasca Gaddafi di depan pertemuan Roma, Kamis

Oposisi Libia sudah menyusun "peta jalan" politik untuk negara itu jika dan ketika Kolonel Gaddafi jatuh dari kekuasaan.

Peta ini meliputi pembentukan pemerintah sementara menunggu konstitusi baru disusun dan pemilihan umum dilaksanakan.

Mahmoud Jibril, ketua Dewan Peralihan Nasional (NTC) pemberontak, juga menyambut baik rencana bantuan yang disahkan oleh 22 negara anggota kelompok kontak Libia.

Secara terpisah, Prancis mengatakan kepada 14 diplomat Libia yang setia pada Kolonel Gaddafi agar meninggalkan negara itu dalam 48 jam.

Kementerian luar negeri Prancis mengatakan mereka dinyatakan "persona non grata".

'Awal yang bagus'

Mahmoud Jibril menjelaskan rencana untuk Libia pasca Gaddafi kepada para anggota kelompok kontak yang bertemu di Roma hari Kamis.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah sementara akan segera mengambil alih kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan sehari-hari dan untuk menjaga ketertiban, kata laporan kantor berita Associated Press (AP).

Pemerintah sementara itu akan mencakup para anggota NTC, teknokrat dari rejim Gaddafi, para perwira senior intelijen dan hakim mahkamah agung, katanya.

Konstitusi akan disusun dan direferendumkan, yang beberapa bulan kemudian akan diikuti oleh pemilihan parlemen dan presiden.

Dia mengatakan, NTC akan meminta PBB mengawasi pemilihan daerah di kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak.

Dalam pertemuan ini, Jibril juga menyambut baik "awal yang bagus" oleh kelompok kontak untuk membentuk dana sementara guna menyediakan bantuan kemanusiaan di daerah-daerah pemberontak.

NTC mengatakan pihaknya memerlukan uang antara $2 miliar sampai $3 miliar dalam beberapa bulan mendatang untuk gaji militer, makanan, obat-obatan dan keperluan pokok lainnya.

Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini, yang menjadi tuan rumah pertemuan Roma ini, mengatakan sejumlah negara menjanjikan $250 juta untuk bantuan segera.

Washington menjanjikan $53 juta dan mensahkan $25 juta untuk bantuan bagi pemberontak termasuk pasok medis, sepatu militer, tenda, makanan tempur dan alat perlindungan. Pengiriman pertama akan tiba di Benghazi dalam beberapa hari mendatang.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan hari Kamis bahwa AS berusaha membebaskan lebih $30 miliar aset Libia yang dibekukan untuk kemudian bisa "digunakan untuk membantu rakyat Libia".