Uni Eropa bahas ekonomi Yunani

Sumber gambar, Getty
Para pemimpin negara pengguna mata uang euro atau eurozone bersiap melakukan pertemuan di Brussels untuk membahas bantuan ekonomi untuk Yunani.
Beberapa pemimpin Eropa tidak terlalu gembira dengan upaya Yunani untuk memperbaiki ekonomi. Sejauh ini, upaya negeri itu memperbaiki keuangannya baru sebatas menjual properti pemerintah.
Sekitar setahun lalu Yunani sudah mendapat bantuan keuangan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional sebesar 110 miliar euro atau sekitar Rp120,8 triliun.
Sejak saat itu pemerintah Yunani mencoba berbagai cara untuk memperbaiki keuangannya termasuk dengan memotong anggaran.
Yunani terlilit utang sebesar 327 miliar euro atau sekitar Rp 3.900 triliun atau hampir 150% dari seluruh pengeluaran negeri itu.
Pekan lalu Komisioner Uni Eropa urusan Ekonomi dan Moneter Olli Rehn mengatakan Yunani harus mengambil langkah tambahan untuk mengkonsolidasikan keuangan publik.
Sebabnya, lanjut Rehn, target pengurangan defisit yang ditetapkan pemerintah Yunani meleset.
Sementara itu anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa Ewald Nowotny mengatakan Yunani masih memungkinkan untuk menerima pinjaman.
"Namun harus dengan syarat-syarat yang sangat ketat," kata Nowotny.
Tetapi pertemuan di Brussels ini dibayangi kegagalan, lantaran Direktur IMF Dominique Strauss-Kahn batal hadir karena menghadapi kasus dugaan pelecehan seksual di New York.
"Kekosongan pimpinan di IMF terjadi di saat yang kurang tepat bagi Eropa yang berada di tepian krisis utang," kata Eswar Prasad pakar ekonomi internasional Universitas Cornell yang juga mantan pejabat IMF.





























