Libia bebaskan empat wartawan asing

empat wartawan asing dibebaskan aparat Libia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Keempat wartawan asing menginap di sebuah hotel di Tripoli setelah dibebaskan

Pemerintah Libia bebaskan empat wartawan asing yang ditahan atas tuduhan masuk negara secara ilegal.

Keempat wartawan yang dibebaskan adalah dua wartawan Amerika, James Foley dan Clare Morgana Gillis, fotografer Spanyol Manu Brabo dan seorang warga Inggris yang disebutkan bernama Nigel Chandler.

Juru bicara pemerintah Libia Moussa Ibrahim mengatakan mereka yang dibebaskan bisa tetap tinggal dan melakukan tugas liputan di negara tersebut, lapor kantor berita Reuters.

Namun, jika mereka ingin pergi, mereka akan dikawal hingga perbatasan Libia dengan Tunisia.

''Kami mengetahui ada tenaga ahli militer asing, khusus, dari Eropa yang berperang bersama pemberontak, sehingga tentara [Libia] tidak segera tahu bahwa mereka itu wartawan, bahwa mereka tidak membahayakan,'' kata Ibrahim.

''Sekiranya ada yang diperlakukan tidak baik, maka kami minta maaf,'' katanya.

Pemerintah Libia tengah menghadapi pemberontakan yang pecah sejak bulan Februari.

Hukuman ditangguhkan

James Foley bekerja untuk GlobalPost dan Clare Morgana Gillis adalah wartawan lepas yang menulis untuk the Atlantic dan USA Today.

Mereka ditahan dengan Manu Brabo pada 4 April.

Ada kesimpangsiuran mengenai nama orang keempat yang dibebaskan aparat Libia.

Seorang wartawan Inggris bernama Nigel taylor dilaporkan hilang pada bulan Maret.

Keempat orang tersebut dijatuhi hukuman penjara satu tahun yang ditangguhkan.

Sementara itu, nasib fotografer asal Afrika Selatan, Anton Hammerl, yang juga ditahan pada 4 April, masih tidak jelas.

Nato tengah melakukan serangan udara di seluruh Libia atas dasar mandat PBB untuk melindungi warga sipil dari pasukan Kolonel Muammar Gaddafi, yang mencoba memadamkan pemberontakan yang telah berlangsung tiga bulan.

Serangan-serangan terbaru Nato terpusat ke tempat-tempat yang dikatakan persekutuan militer tersebut pusat militer dan logistik di Tripoli