KTT segitiga dibuka di Tokyo

wen jiabao, naoto kan, lee myung bak

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Wen Jiabao, PM Naoto Kan, dan Presiden Lee Myung-bak pada awal KTT segitiga

Pertemuan puncak tiga negara Asia Timur: Cina, Korea Selatan, dan Jepang tengah berlangsung di Tokyo.

Sebagian fokus perhatian pemimpin ketiga negara adalah krisis nuklir Jepang.

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak hari Minggu (22/5) diperkirakan akan menegaskan kembali dukungan negara mereka kepada Jepang pasca gempa bumi dan tsunami yang menerjang wilayah Jepang pada tanggal 11 bulan Maret.

Bencana beruntun tersebut memicu krisis di fasilitas reaktor nuklir Fukushima tempat tim pekerja atom tengah bekerja keras untuk menanggulangi kebocoran radiasi.

Menjelang pertemuan puncak segitiga mereka, para kepala negara mengunjungi kawasan di dekat PLTN yang rusak di Fukushima.

Mereka juga membesuk sebagian korban bencana di salah satu pusat evakuasi di Fukushima.

Selain Masalah keselamatan nuklir, kerjasama dalam kesiapan menghadapi bencana dan keamanan pangan diperkirakan akan menjadi agenda puncak pertemuan puncak Tokyo.

Tuan rumah, Perdana Menteri Jepang Naoto Kan diperkirakan akan mengangkat isu pengaturan perdagangan terhadap ekspor produk pangan dari negaranya.

Para wartawan mengatakan dia juga akan berjanji untuk berbagai informasi mengenai kecelakaan nuklir dengan masyarakat internasional.

Keprihatinan

Wartawan BBC Roland Buerk di Tokyo mengatakan warga Jepang ingin melihat kerjasama yang lebih besar di antara ketiga negara bertetangga di Asia Timur tersebyut.

Negara-negara tetangga Jepang elah menyatakan keprihatinan atas kebocoran nuklir dan dampaknya pada keamanan pangan di kawasan.

Wen dan Lee adalah dua pemimpin asing pertama yang mengunjungi kawasan bencana di Fukushima, sekitar 220km timur laut kota Tokyo, sejak bencana terjadi.

Selain kerusakan fisik, gempa dan tsunami bulan Maret juga menyebabkan lebih dari 24.000 warga meninggal dunia atau hilang.

Hari Sabtu, Lee mengatakan Korea Selatan akan melakukan semua yang bisa dilakukannya untuk mendukung pembangunan kembali di Jepang pasca bencana.

Pertemuan segitiga pertama kali digelar secara rutin pada tahun 2008.