Kunjungan mendadak Clinton ke Pakistan

Hillary Clinton

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Clinton melakukan kunjungan perdana pasca penyergapan Bin Laden awal Mei silam

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton tiba di Pakistan dalam sebuah kunjungan mendadak di tengah peningkatan suhu antara kedua negara.

Ini merupakan kunjungan pejabat tinggi AS ke Pakistan sejak kematian pemimpin al-Qaeda Osama Bin Laden dalam operasi militer AS 2 Mei silam.

Islamabad sendiri tidak senang atas operasi militer di Abbottabad yang dilakukan tanpa sepengetahuan mereka tersebut.

Kunjungan ini juga dilakukan sehari setelah AS mengumumkan menarik sebagian dari pasukannya di Pakistan atas permintaan Islamabad.

Hubungan antara AS dan Pakisan selalu rumit dan rentan tetapi hubungan keduanya saat ini cukup panas.

Di Washington, sejumlah pihak curiga kalau beberapa pejabat Pakistan sebenarnya telah mengetahui tempat persembunyian Osama Bin laden.

Dalam kunjungannya kali ini, Clinton akan bertemu Presiden Asif Ali Zardari, Panglima Militer Jenderal Ashfaq Kayani dan Ahmad Shuja Pasha, kepala Intelejen Pakistan ISI.

Menlu AS datang ke Pakistan ditemani Panglima Militer, Laksamana Mike Mullen.

Kedatangan mereka ini diperkirakan akan meminta kerjasama yang lebih dari Pakistan untuk melawan al-Qaeda dan milisi Taliban.

Washington percaya pekerjaan intelejen Pakistan cukup dekat dengan kelompok garis geras.

Sementara itu, media AS melaporkan kalau Pakistan akan mengijinkan CIA untuk memeriksa tempat persembunyian Bin Laden di Abbottabad.

Tim forensik juga telah disiapkan dalam beberapa hari ini untuk membawa peralatan untuk menyelidki secara menyeluruh kediaman terakhir Bin Laden tersebut.

Selama ini meski banyak agen yang ikut dalam penyergapan Bin Laden, tetapi para pejabat mengatakan pemeriksaan kediaman Bin Laden ini bisa menjadi kesempatan untuk mendapat informasi lebih jauh tentang al-Qaeda.

Ini juga diharapkan bisa membantu kerjasama dengan Pakistan. Setiap tahun AS memberikan dana bantuansebesar US$ 3 miliar kepada Pakistan.