Ulama perencana serangan bandara JFK dinyatakan bersalah

Defreitas
Keterangan gambar, Gambaran artis saat persidangan Russell Defreitas

Seorang mantan pemimpin komunitas Syiah di Trinidad dinyatakan bersalah atas tuduhan ikut berperan dalam sebuah rencana serangan yang gagal di bandara JFK New York.

Kareem Ibrahim didakwa dengan lima tuduhan konspirasi, yang disebut penuntut sebagai upaya untuk mengulang peristiwa 9/11.

Jaksa Federal dalam persidangan menuduh Ibrahim memberikan ceramah agama untuk mendukung rencana serangan setelah bergabung dengan Russell Defreitas dan Abdul Kadir di bulan Mei 2007.

Ulama ini mengakui kalau dia menyarankan Kadir dan Defreitas menyiapkan misi bunuh diri di bandara.

"Mereka harus mampu berjuang. Bunuh yang bisa kau bunuh dan kembali ke Allah,'' kata Ibrahim.

Tetapi di penutupan pembelaannya,kuasa hukum Ibrahim, Michael Hueston, mengatakan kepada juri kalau kliennya tidak bermaksud untuk melakukan serangan.

"Saya hanya pergi dan berharap serangan itu gagal,'' demikian isi pernyataan Ibrahim.

Russell Defreitas dan Abdul Kadir sendiri telah divonis hukuman seumur hidup dalam kasus ini.

Ibrahim, 65, juga menghadapi hukuman yang sama, dimulai tanggal 21 Oktober.

Jaksa mengatakan mereka ingin membunuh ribuan orang di New York dan mengganggu ekonomi AS dengan meledakan tangki bahan bakar dan salurannya yang mengarah ke lingkungan sekitar dekat bandara.

Rencana ini berhasil terungkap ketika seorang pelapor merekam diskusi antara Kadir dengan Defreitas terkait dengan rencana serangan yang telah disiapkan sejak tahun 2006.

Defreitas, 68 tahun adalah seorang pekerja kargo, dan Kadir, mantan anggota parlemen Guyana, dinyatakan bersalah Agustus 2010.

Pada bulan Agustus 2010, Defreitas dan Kadir juga diduga mencari bantuan dari militansi Muslim al-Qaeda yang beroperasi di Karibia.

Seorang lainnya yang juga telah dihukum dalam kasus ini adalah, Abdel Nur, dia di penjara 15 tahun.