Penduduk Jisr al-Shughour mengungsi

Sumber gambar, AP
Sejumlah laporan dari Suriah menyebutkan penduduk kota Jisr al-Shughour mengungsi karena khawatir atas serangan pasukan pemerintah.
Penduduk dilaporkan membangun rintangan jalan dan pos penjagaan dalam upaya menghadapi operasi militer.
Video yang diterbitkan di situs internet menunjukkan sejumlah anak-anak dan perempuan melintas perbatasan ke Turki.
Pemerintah Suriah menyatakan akan mengambil tindakan tegas untuk memulihkan keadaan di Jisr al-Shughour setelah muncul laporan lebih dari 120 personil keamanan tewas oleh kelompok bersenjata sejak akhir pekan lalu.
Para pejabat menyanggah berita yang menyebutkan pembunuhan itu karena perpecahan di tubuh militer Suriah.
Para aktifis mengatakan penyebab kematian personil militer masih belum jelas dan kemungkinan karena mereka membelot.
Setelah pembunuhan petugas keamanan, penduduk di kota itu menulis pesan di Facebook dengan mengatakan mereka khawatir terjadi pembantaian.
Mereka meminta penduduk untuk menutup jalan ke arah kota itu dengan batu, dahan pohon serta ban-ban yang dibakar.
Tank-tank dan pasukan pemerintah Suriah dan helikopter dilaporkan dikerahkan ke kota itu.
Penduduk yang dalam perjalanan antara Latakia dan Aleppo mengatakan kepada BBC Jisr al-Shughour membentuk pos penjagaan untuk mengawasi operasi militer yang tengah disiapkan.
"Hari ini, tentara bergerak ke arah Jisr al-Shughour dari berbagai tempat, seperti barak di Homs dan tempat lain di kawasan Ariha," kata seorang saksi kepada BBC.
"Banyak orang yang mulai mengungsi, sebagian ke Turki dan ada pula yang ke kawasan negara tetangga lain. Kami sangat khawatir terjadi pertumpahan darah di Jisr al-Shughour."
Bukan teroris
Puluhan warga Suriah yang melintas perbatasan ke Turki dirawat di rumah sakit di kawasan tenggara negara itu karena luka-luka yang mereka katakan akibat bentrokan dengan pasukan Suriah, kata pejabat Turki.
Salah seorang pria yang melintas perbatasan dalam kondisi parah karena luka tembak, kata seorang diplomat Turki kepada kantor berita AFP.
Jalur komunikasi ke daerah itu terputus hari Senin (06/06) dan rincian serangan sulit untuk dipastikan. Suriah tidak mengijinkan wartawan asing melaporkan kejadian di sana.
Televisi resmi Suriah mengatakan ratusan pria bersenjata mengambil alih kota yang terletak sekitar 20km dari perbatasan Turki.
Aktifis oposisi mengatakan terjadi pertempuran, namun situasi di sana tidak jelas.
Para saksi mata mengatakan kepada BBC tidak ada kelompok bersenjata di Jisr al-Shughour dan bahwa personil keamanan ditembak mati karena membelot.
"Demi Allah, kami semua rakyat sipil, kami bukan teroris. Tidak ada teroris di Jisr al-Shughour," kata seorang saksi mata.
Tayangan di YouTube, yang disebutkan berasal dari kota itu, menunjukkan beberapa jenazah yang digambarkan sebagai tentara yang tewas oleh pasukan pemerintah karena merekan menolak menembak rakyat.





























