Italia desak gencatan senjata di Libia

Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini menyerukan agar permusuhan di Libia dihentikan agar bantuan kemanusiaan bisa diantarkan ke negara yang dilanda perang itu.
Ketika berbicara di depan majelis rendah parlemen Italia Frattini menyerukan "penghentian langsung permusuhan atas dasar kemanusiaan" agar jalur pengiriman bantuan kemanusiaan bisa segera ditetapkan.
Frattini juga mengatakan NATO harus menyediakan data mengenai hasil operasi pengeboman dan petunjuk untuk menghindari salah sasaran.
"Mengenai NATO, sangat pantas untuk meminta informasi yang semakin rinci mengenai hasil operasi militer dan juga petunjuk apa yang diberikan terkait sejumlah kesalahan tragis yang melibatkan warga sipil," tambahnya.
Pada hari Minggu sebuah rudal NATO yang ditembakkan meleset dari sasaran dan mengenai daerah pemukiman.
Pemerintah Libia mengatakan sembilan orang, termasuk dua anak kecil tewas dalam serangan itu.
Aliansi pertahanan itu mengakui mungkin ada korban sipil.
Prancis tolak berhenti
Tetapi kementerian luar negeri Prancis menyatakan pemerintahnya menentang penghentian serangan.
Langkah seperti itu "akan memungkinkan [pemimpin Libia] Muammar Gaddafi mendapat waktu untuk menghimpun kekuatan," kata juru bicara kementerian luar negeri Prancis, Bernard Valero, seperti dikutip kantor berita AFP.
"Pada akhirnya masyarakat sipil yang akan menderita apabila kami menunjukkan kelemahan sedikit pun."
Pada hari Senin (22/6) Frattini mengatakan kredibilitas NATO "terancam" setelah kawasan pemukiman terkena serangan rudal.
Ketua Liga Arab Amir Moussa juga menyerukan gencatan senjata pada hari Selasa, menyuarakan keraguannya terhadap operasi NATO.
"Ketika saya menyaksikan anak-anak terbunuh saya tentu saja jadi ragu. Karena itulah saya memperingatkan mengenai risiko korban sipil," kata Moussa kepada surat kabar Inggris The Guardian.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Cina Yang Jiechi menyebut kelompok oposisi Libia, Dewan Peralihan Nasional, sebagai "mitra dialog penting" dan "kekuatan politik domestik yang penting".
Pemimpin pemberontak Libia Mahmoud Jibril sedang mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Cina di Beijing.





























