Ledakan besar di ibu kota Libia, Tripoli

Sumber gambar, Reuters
Serangkaian ledakan besar dilaporkan terjadi di ibu kota Libia, Tripoli. Para saksi mata mengatakan ledakan keras terdengar dari kawasan tempat instalasi militer berada.
Kawasan itu pernah menjadi sasaran serangan udara NATO, meskipun belum dikukuhkan bahwa ledakan-ledakan terbaru ini merupakan akibat dari tindakan NATO.
Sebelumnya, media negara Libia menuduh NATO menghantam kawasan berpenduduk sipil di kota Brega, menewaskan lima belas orang.
NATO mengatakan serangan itu telah direncanakan dengan cermat dan mengenai sasaran-sasaran militer.
Pada hari Sabtu (25/6), NATO bereaksi terhadap tuduhan Libia itu dengan mengatakan bahwa mereka mendengar klaim itu.
"Kami tahu tuduhan mengenai korban sipil, tetapi tidak bisa mengukuhkan klaim tersebut," kata seorang jurubicara Organisasi Aliansi Atlantik Utara itu.
"NATO memang menyerang gedung-gedung kosong di Brega. Ini merupakan sasaran militer yang sah," katanya menambahkan.
TV negara Libia mengatakan serangan NATO itu mengenai satu restoran dan toko roti. Laporan yang tidak menyebutkan lokasi serangan, menyebut "perang penglenyapan" oleh NATO dan "kejahatan terhadap kemanusiaan" di Libia.
Kantor berita negara, Jana, mengatakan gempuran ini berlangsung hari Sabtu, dan menyebutkan lima warga sipil menjadi korban dalam hari sebelumnya.





























