Prancis berikan senjata ke Libia

Pemberontak Libia mengalahkan pendukung Gaddafi di Libia barat.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pemberontak Libia mengalahkan pendukung Gaddafi di Libia barat.

Prancis menjatuhkan kiriman senjata dari udara untuk pemberontak yang sedang bertempur menentang pasukan Kolonel Muammar Gaddafi di Libia Barat, kata militer Prancis.

Senjata ringan dan amunisi diberikan kepada pejuang suku Berber di pegunungan Nafusa permulaan bulan Juni, katanya.

Sebelumnya, sebuah laporan di surat kabar Le Figaro menyebutkan senjata yang diberikan di antaranya adalah peluncur roket dan peluru kendali antitank.

Prancis yang merupakan kekuatan utama operasi NATO di Libia tidak memberitahu sekutunya tentang tindakan ini, lapor Le Figaro.

"Kami mulai menjatuhkan bantuan kemanusiaan: pangan, air dan pasok medis," kata Kolonel Thierry Burkhard, juru bicara staf umum Prancis.

Amunisi

"Saat operasi, keadaan kehidupan warga sipil memburuk. Kami memberikan senjata dan alat pembelaan diri lainnya, sebagian besar dalam bentuk amunisi," katanya kepada AFP.

Dia mengatakan senjata yang diberikan adalah "senjata infantri ringan dalam bentuk senapan" yang diberikan dalam beberapa hari "agar warga sipil tidak dibantai".

Wartawan BBC di Paris Christian Fraser di Paris mengatakan pernyataan tersebut kemungkinan akan mengundang kecaman dari Rusia dan Cina yang memandang NATO dan sekutunya sudah melanggar resolusi PBB tentang aksi militer internasional di Libia untuk melindungi warga sipil.

Prancis memainkan peran penting dalam mendukung campur tangan militer di Libia. Pesawat Prancis dan Inggris memimpin serangan udara di Libia sejak akhir bulan Maret.

Keputusan menjatuhkan senjata kepada pemberontak Libia diambil setelah dilakukannya pertemuan pada pertengahan bulan April antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kepala Staf Umum pemberontak Libia Jenderal Abdelfatah Younis.