Libia tolak penangkapan Gaddafi

Gaddafi and son

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, ICC menyebut Gaddafi dan anaknya sebagai penjahat perang.

Libia menolak surat perintah penangkapan Kolonel Muammar Gaddafi yang dikeluarkan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC).

Libia mengatakan, ICC yang menuduh pemimpin Libia melakukan kejahatan kemanusiaan itu tidak memiliki otoritas untuk melakukan penangkapan.

Dalam surat yang dikeluarkan ICC tersebut juga diperintahkan untuk menangkap dua tangan kanan Qadafi - kepala badan intelejen Abdullah al-Sanussi dan anaknya Saif al-Islam.

Menteri Kehakiman Libia, Mohammad al-Qamoodi mengatakan kalau pengadilan itu merupakan ''alat negara Barat untuk mengadili para pemimpin dunia ketiga''

Dia menambahkan ''Pemimpin revolusi dan anaknya tidak memegang jabatan di pemerintahan dan oleh karena itu tidak terkait atas klaim yang diajukan ICC terhadap mereka.''

Bagaimanapun ketua majelis hakim ICC, Sanji Monageng mengatakan ada banyak ''alasan yang bisa dipercaya'' kalau tiga orang tersebut ''bertanggung jawab atas kejahatan dan pembunuhan terhadap warga sipil.''

Kolonel Gaddafi dianggap memiliki kontrol mutlak dan tidak dipertanyakan lagi atas kepemimpinan di Libia dan mengeluarkan kebijakan untuk menumpas aksi demonstrasi dengan berbagai cara, termasuk menggunakan pasukan keamanan, tegas ICC.

Pertempuran berlanjut

Komisi Transisi Nasional Ibrahim Dabbashi menyambut keputusan ICC dengan menyatakan orang-orang terdekat Gaddafi semestinya sekarang mendesaknya untuk mundur.

"Saya rasa mereka harus meyakinkan Gadafi untuk mundur dan mencoba untuk menyelamatkan diri sendiri dan anggota keluarganya,'' katanya.

Sementara itu dalam medan pertempuran, pasukan pemberontak dilaporkan semakin mendekati 10km dari Tripoli.

Wartawan BBC Mark Doyle melaporkan pertempuran senjata berlangsung di kawasan gurun dan bebatuan diantara Bir al-Ghanem dan Bir Ayyad.

Pemberontak terlihat lebih siap dan mendapatkan bantuan persenjataan di kawasan ini.

Iring-iringan truk terlihat berisi penuh pasukan pemberontak yang menggunakan seragam dan persenjataan baru.