Pemberontak Libia kekurangan senjata

Sumber gambar, afp
Pemimpin pemberontak di Misrata mengatakan pergerakan ke ibukota Tripoli terhambat oleh kelangkaan amunisi dan dukungan NATO yang tidak memadai.
Para pejabat di kota yang dikuasai pemberontak hari Rabu (6/7) mengatakan 17 anggotanya tewas dan lebih 60 orang terluka.
Pasukan pemberontak dan tentara pendukung Kolonel Muammar Gaddafi terjebak di bagian barat Misrata selama lebih enam minggu.
Juru bicara pemberontak mengatakan dukungan udara NATO tidak mencukupi sehingga sejumlah orang tewas.
"Ketika pesawat di angkasa... berarti pasukan Gaddafi tidak dapat menggunakan peluncur roket darat, mereka takut (terhadap) pesawat... mengamati mereka dan... menyerang mereka," kata Fatti Bashada kepada wartawan BBC Gabriel Gatehouse di dekat Misrata.
Bashada mengatakan meskipun sudah berkali-kali diminta untuk melakukan patroli udara, pesawat NATO dalam beberapa hari terakhir menghilang sementara perang sedang berlangsung.
"Jika tidak ada pesawat artinya mereka bebas menggunakan senjata apapun terhadap kami," katanya sambil menambahkan roket tentara Gaddafi semakin banyak menewaskan pemberontak.
Pasok tersendat

Sumber gambar, afp
Libia dikenai embargo senjata internasional dan ini membuat pasokan baru dari daerah kekuasaan pemberontak Benghazi di Libia timur tersendat.
Pemberontak mengatakan selama perubahan belum terjadi, pergerakan mereka ke arah Tripoli akan berjalan lamban dan menyakitkan.
Resolusi Dewan Keamanan PBB 1970 menerapkan embargo senjata terhadap Libia tetapi pejabat AS dan Inggris mengatakan resolusi berikutnya, 1973, memungkinkan pemberian senjata kepada pemberontak yang bertempur untuk menjatuhkan pemimpin Libia.
Pemberontak dilaporkan memasuki desa Gualish, di padang pasir sekitar 100 km barat daya ibu kota hari Rabu kemarin setelah pecah pertempuran selama beberapa jam.
Tempat ini merupakan wilayah penting menuju kota yang lebih besar, Garyan, yang mengontrol jalan utama ke ibu kota.
Kemajuan
Di bagian barat Libia, pasukan pemberontak mencatat sejumlah kemajuan seperti misalnya di kota pelabuhan Misrata.
Beberapa pihak mengatakan pemberontak menguasai bagian penting pemukiman di sebelah barat karena berisi pembangkit listrik dan menara air.
Paling tidak empat pemberontak tewas dan 17 lainnya terluka, kata seorang dokter di Yefren.
Pemberontak mengatakan mereka menguasai sekitar 7 km wilayah di bagian barat garis depan mereka sebelumnya di Dafniya di pinggiran kota.
Mereka juga menguasai daerah Na'imah.
Pemberontak menguasai sebagian besar Libia timur, selain Misrata dan beberapa kota di pegunungan Nafusa dekat perbatasan Tunisia.
Kelompok yang berada di pegunungan menjadi lebih kuat karena pengiriman senjata lewat pesawat Prancis bulan lalu.





























