Sekitar 440 orang ditahan di Malaysia

Sumber gambar, AP
Polisi Malaysia menahan sekitar 330 orang yang akan mengikuti pertemuan di Ibukota Kuala Lumpur.
Aktivis oposisi berupaya untuk mengumpulkan pendukung untuk melakukan rapat umum menuntut reformasi pemilu.
Polisi mengatakan rapat umum itu ilegal dan mereka akan melakukan segala upaya untuk mencegahnya.
Jalanan utama ditutup di Kuala Lumpur ditutup dan transportasi umum dihentikan sejak Jumat tengah malam.
"Masyarakat diminta untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi," seperti disampaikan seorang polisi federal.
"Tindakan keras akan dilakukan terhadap mereka yang melanggarnya."
Kelompok yang menamakan dirinya Koalisi Bersih 2.0 telah merencakanan untuk melakukan rapat umum di stadion pada Sabtu (9/7) ini.
Berkaitan dengan rencana itu, polisi telah mengajukan sejumlah pertanyaan kepada lebih dari 150 aktivis dalam beberapa pekan terakhir, dan 91 orang dilarang memasuki ibukota.
Lebih dari 30 aktivis tetap ditahan setelah berada dalam tahanan selama dua pekan.
Demonstran semula akan menggelar rapat jalanan, tetapi sepakat untuk memindahkan pertemuan mereka ke stadion olahraga setelah adanya keberatan dari otoritas.
Tetap fokus
Tetapi polisi mengatakan pertemuan itu ilegal, meskipun lokasinya dipindah.
"Stadion Merdeka yang merupakan pilihan mereka dekat dengan pusat kota dan menimbulkan kemacetan yang luar biasa dan menganggu bisnis," kata Kepala Polisi Federal Ismail Omar kepada Koran New Straits Times.
Polisi tidak memberikan ijin untuk pertemuan tersebut, tetapi demonstran berpendapat mereka tidak membutuhkan ijin.
"Kami menuju stasion," kata wakil Bersih, Andrew Khoo, kepada kantor berita AFP.
"Kami akan tetap fokus pada tuntutan dasar... berkampanye untuk pemilu yang bebas dan adil. Kami tidak akan terganggu."
Aktivis mengatakan sistem pemilihan di Malaysia curang, dan mereka menginginkan masa kampanye yang lebih lama, pendaftaran pemilih otomatis dan akses yang sama terhadap media yang dikuasai pemerintah.
Otoritas mengatakan para pemrotes mencoba untuk menyebarkan ideologi komunis.
Polisi menuduh beberapa orang yang ditahan karena membawa spanduk dan kaos bertuliskan kata-kata hasutan.
Sebelumnya pada tahun 2007, polisi melancarkan tindakan keras terhadap demonstrasi yang serupa.
Analis mengatakan protes ini membantu kemenangan oposisi dan memperoleh peningkatan jumlah kursi pada pemilu lalu.





























