Demonstran kembali padati Lapangan Tahrir

Sumber gambar, Getty
Ribuan demonstran Mesir memadati Lapangan Tahrir di Kairo sejak Jumat pagi (29/7) untuk memenuhi seruan tokoh-tokoh berhaluan Islam.
Ini merupakan kali pertama tokoh-tokoh gerakan Islam, khususnya aktivis dari kalangan Ikhwanul Muslimin, menyerukan demonstrasi di seluruh Mesir sejak Husni Mubarak dilengserkan dari kursi presiden bulan Februari.
Massa demonstran menyerukan pembentukan negara berdasarkan Islami.
Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne mengatakan rapat umum hari Jumat akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekuler di Mesir.
Unjuk rasa hari Jumat mungkin akan menjadi salah satu rapat umum terbesar di Mesir, sebab Ikhwanul Muslimin tetap merupakan gerakan politik yang teratur paling rapi di sana, meski kelompok berhaluan Islam tersebut tidak menonjol dalam revolusi rakyat yang menumbangkan rezim Mubarak, kata wartawan kami.
Dominasi sekuler
Unjuk rasa ini diperkirakan baru akan didatangi massa setelah salat Jumat, namun sejak pagi hari kerumunan warga sudah terlihat mengalir ke Lapangan Tahrir.
Banyak dari mereka menyerukan penerapan syariah atau menyerukan pendirian negara Islam di Mesir.
Peristiwa politik merupakan ajang besar untuk menunjukkan kekuatan yang dilakukan oleh kelompok Ikhwanul Muslimin dan kelompok berhaluan Islam yang lebih radikal, Salafis, kata wartawan kami.
Dalam beberapa hari terakhir tersiar kabar bahwa kesepakatan yang tidak disebutkan isinya tercapai antara kelompok-kelompok berhaluan Islan dan dewan militer yang sedang memerintah di Mesir.
Terlepas dari kebenarannya, kabar tersebut akan mendatangkan pesan yang kuat bagi massa demonstran sekuler yang hingga saat ini masih mendominasi kubu oposisi.





























