Komandan militer pemberontak Libia tewas

Jenderal Abdel Fattah Younes

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Jenderal Abdel Fattah Younes bergabung dengan pemberontak sejak Februari lalu.

Komandan militer pemberontak Libia yang selama ini melawan Kolonel Muammar Gaddafi dilaporkan tewas.

Pemimpin Badan Transisi Nasional Pemberontak NTC Mustafa Abdul-Jalil mengatakan Jenderal Abdel Fattah Younes dibunuh oleh penyerang, dan pemimpin kelompok yang bertanggung jawab atas peristiwa itu telah ditangkap.

Dia mengatakan Jenderal Younes akan dimintai keterangan tentang operasi militer, tetapi kemudian tidak muncul dalam pertemuan.

Menurut jalil, dua ajudan Jenderal Younes, Kolonel Muhammad Khamis dan Nasir al-Madhkur, juga tewas dalam serangan tersebut.

Dia menambahkan peringatan untuk mengenang jasa Komandan Militer akan dilakukan selama tiga hari.

Laporan menyebutkan penyerang Jenderal Younes diduga memiliki hubungan dengan pasukan pro-Gaddafi.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana petistiwa penyerangan terjadi, dan Jalil tidak mengatakan secara langsung jika kelompok penyerang memiliki hubungan dengan Kolonel Gaddafi.

Jenderal Younes merupakan mantan Menteri Dalam Negeri Libia yang bergabung dengan pemberontak sejka Februari lalu.

Dia juga merupakan bagian dari kelompok yang membantu Kolonel Gaddafi mendapatkan kekuasaannya pada 1969.

Sejumlah laporan yang tidak dapat dikonfirmasi mengatakan Jenderal Younes dan dua ajudannya sebelumnya ditangkap pada Kamis di wilayah Timur Libia.

Sesaat setelah pengumuman tewasnya Jenderal Younes, pasukan bersenjata memasuki hotel di bagian Timur kota Benghazi, tempat Jalil menyampaikan keterangan, dan menembakan sejumlah peluru ke udara sebelum meninggalkan ruangan.

Pasukan pemberontak menguasai sebagian besar wilayah Libia timur dari basis mereka di Benghazi dan Kota Pelabuhan Misrata, sementara wilayah Barat dikuasai oleh pasukan Kolonel Gaddafi termasuk ibukota Tripoli.

Kamis malam, Kantor Berita AFP melaporkan terjadinya ledakan di pusat kota Tripoli dan stasiun televisi memberitakan adanya pesawat yang terbang diatas ibukota Libia.

Nato, yang melaksanakan mandat PBB dalam melakukan aksi militer untuk melindungi masyarakat sipil, melancarkan serangan udara secara rutin di wilayah Tripoli.

Bagaimanapun, Duta Besar Afrika Selatan untuk PBB, Baso Sangqu, memperingatkan pendukung pemberontak terancam sanksi PBB.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Inggris akan memberikan bantuan sebesar £91 juta atau $149 juta kepada pemberontak.