Chavez menyasar kelas menengah

Sumber gambar, Reuters
Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan dia ingin mengembangkan proyek politiknya kepada kelas menengah dan sektor swasta.
Chavez mengatakan pemerintahnya telah meyakinkan kalangan kelas menegah bahwa mereka dibutuhkan.
Berbicara melalui telepon kepada televisi milik pemerintah, dia mengatakan memasuki masa perenungan dalam hidupnya.
Beberapa waktu lalu Chavez mendapatkan perawatan karena menderita kanker di Kuba, tetapi akan maju untuk pemilihan presiden pada tahun depan.
Pemimpin Venezuela menyampaikan komentarnya sehari setelah dia merayakan ulang tahunnya yang ke 57, dan tampil dengan menggunakan pakaian kuning bukan baju khasnya yang berwarna merah.
Kepada pendukungnya, Chavez mengatakan dia tidak beniat untuk meninggalkan jabatannya dalam waktu dekat.
Dalam wawancara melalui telepon Jumat kemarin, Chavez mengatakan perawatan untuk mengangkat tumor membuat hidupnya berubah "lebih beraneka, lebih reflektif dan memiliki banyak sisi".
Dia mengatakan kepada pendukungnya untuk mengikis perbedaan dan dogma, dan mengakhiri apa yang dia sebut sebagai penyalahgunaan simbol 'sosialis'.
"Kenapa kita harus memakai kaus merah?" kata Chavez. "Dan melakukan sesuatu demi kata 'sosialis'."
Presiden Chavez menyebutkan contoh seorang walikota dari partai berkuasa meresmikan 'jalan raya sosialis', merupakan hal yang bodoh.
"Kita perlu merefleksikan dan memperkenalkan perubahan dalam wacana dan aksi kita."
Chavez, yang menjadi presiden sejak 1999, mengatakan sektor swasta dan kelas menengah merupakan kelompok penting dalam proyek politiknya.
Dia menyebutkan Venezuela dapat belajar dari reformasi yang dilakukan presiden Kuba Raul Castro yang memberikan sejumlah konsesi kepada sektor swasta setelah mengambil alih kekuasaan dari Fidel Castro pada 2006.





























