Menlu AS bertemu dengan oposisi Suriah

Sumber gambar, Reuters
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton untuk pertama kalinya mengadakan pertemuan dengan aktivis oposisi Suriah.
Pertemuan diadakan di departemen luar negeri Amerika di Washington.
Para pembangkang Suriah yang tinggal di Amerika mengatakan mereka menggunakan pertemuan untuk mendesak Amerika agar menyerukan kepada Presiden Bashar al-Assad segera mundur.
Amerika mengatakan Presiden Assad telah kehilangan legitimasi di mata rakyat Suriah tetapi seperti dilaporkan wartawan BBC di Washington, Kim Gattas, Washington khawatir skenario di Libia akan terulang sehingga sejauh ini menahan diri menyerukan Presiden Assad mundur.
Kelompok aktivis Suriah, antara lain terdiri dari Radwan Ziadeh, seorang profesor di Washington, mengatakan mereka juga berusaha menghilangkan kecemanan sebagian kekhawatiran pemerintah AS tentang ketegangan sektarian di Suriah dan kemampuan kubu oposisi mengisi kekosongan.
Konfrontasi
Duta Besar Amerika untuk Suriah, Robert Ford, saat ini berada di Washington dan telah menyampaikan perkembangan di lapangan kepada Presiden Obama dan Menlu Hillary Clinton.

Sumber gambar, Reuters
Pertemuan Menlu AS dengan oposisi Suriah terjadi di tengah peningkatan tekanan diplomatik terhadap pemerintah Suriah untuk menghentikan penumpasan di kota Hama. Sekitar 140 orang dilaporkan terbunuh selama beberapa hari terakhir.
Dewan Keamanan PBB mengadakan pembicaraan hari kedua mengenai situasi di Suriah dan Italia telah memanggil pulang duta besarnya di Damaskus. Sementara itu, jumlah pejabat Suriah yang dikenai sanksi Uni Eropa juga bertambah.
Pemerintah Italia juga meminta negara-negara anggota Uni Eropa lain melakukan tindakan yang sama namun Spanyol, Inggris, dan Belgia menyatakan tidak ada rencana untuk penarikan mundur duta besar dari Suriah.
Sementara itu, laporan-laporan dari Hama menyebutkan konfrontasi terus berlanjut antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa.
Sejumlah warga Hama mengatakan kepada BBC bahwa banyak penduduk melarikan diri ke daerah sekitar karena yakin tentara akan bisa menguasai penuh kota Hama.





























