Puluhan ribu warga Suriah berunjuk rasa

Sumber gambar, Reuters
Puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di sejumlah kota di Suriah, Jumat 29 Juli 2011, walaupun pasukan keamanan dikerahkan secara besar-besaran.
Para pegiat mengatakan dua orang tewas dalam unjuk rasa hari ini karena aparat keamanan melepas tembakan dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Salah seorang korban tewas di kota Latakia dan seorang lagi di kota Deraa, tempat unjuk rasa marak pertama kali pada pertengahan Maret.
Puluhan lainnya menderita cedera.
Kamis malam, aparat keamanan dilaporkan menembak mati tiga warga sipil di Deir al-Zour dan satu orang di kawasan pinggiran ibukota Damaskus.
Unjuk rasa ini berlangsung pada Jumat terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan. Hari Jumat biasanya dijadikan sebagai hari unjuk rasa besar oleh warga yang menentang pemerintahan pimpinan Presiden Bashar al-Assad.
Sebelumnya, pegiat hak asasi menyebutkan sedikitnya delapan orang tewas dalam sebuah penyerbuan di kota Kanaker tak jauh dari ibukota Damaskus.
Kekerasan militer
Para pengunjuk rasa memberi nama aksi mereka dengan slogan 'kebisuan kalian membunuh kami'.
Wartawan BBC di Damaskus, Lina Sinjab, melaporkan slogan itu diarahkan sebagai kecaman atas negara-negara Arab yang tidak memberikan dukungan pada mereka maupun kelompok-kelompok di dalam negeri yang tidak bergabung dengan unjuk rasa.
Mereka mengharapkan lebih banyak warga Suriah yang turun ke jalan menjelang bulan Ramadan, sementara aparat keamanan dikerahkan secara besar-besaran untuk mencegah aksi unjuk rasa.
Di ibukota Damaskus, polisi tanpa seragam diturunkan dalam jumlah besar dan seorang warga mengatakan kepada BBC tidak bisa bergabung dengan barisan pengunjuk rasa karena jalan-jalan penuh dengan aparat keamanan.
Kelompok hak asasi manusia menuduh aparat keamanan Suriah bertindak dengan kekerasan untuk menanggapi unjuk rasa dan sejak pertengahan Maret jatuh 1.500 korban jiwa dan 26.000 orang ditangkap.
Hingga saat ini, sekitar 12.600 masih berada di dalam tahanan dan sekitar 3.000 orang dinyatakan hilang karena anggota keluarga mereka belum mengetahui keberadaan mereka.
Ledakan di Homs
Sebelumnya muncul laporan tentang ledakan di jalur pipa minyak dekat Homs, yang merupakan serangan kedua atas pipa minyak dalam waktu sebulan.
Kantor berita negara Sana melaporkan serangan itu dilakukan oleh sebuah kelompok teroris.
Gubernur Homs, Ghassan al-Adel, mengatakan ledakan itu terjadi Jumat (29/07) sekitar pukul 04.00 subuh.
"Operasi teroris ini, yang merupakan operasi subversif tingkat tertinggi, terjadi di kawasan pertanian dan menyebabkan kerusakan meluas," kata al-Adel seperti dikutip Sana.
Namun para pegiat unjuk rasa mengatakan kepada BBC mereka tidak punya kemampuan untuk melakukan serangan seperti itu.
Dua pekan lalu, 13 Juli 2011, kebakaran merusak pipa jas di Mayadin, yang terletak di kawasan minyak dan gas utama Provinsi Deir al-Zoue.





























