Pasukan Suriah kepung Kota Hama

Pasukan keamanan di Hama

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan keamanan menyerang Kota Hama Suriah yang menjadi pusat protes.

Pasukan keamanan Suriah melanjutkan pengepungan di pusat kota Hama, yang menyebabkan jumlah korban tewas meningkat.

Penduduk Hama mengatakan kepada BBC, banyak orang mengungsi ke kota tetangganya karena khawatir terhadap serangan itu.

Pemerintah tidak menguasai Hama, dan serangan ke kota tersebut merupakan bagian dari kerusuhan yang meluas ke berbagai wilayah di negara itu.

Dewan Keamanan PBB melanjutkan diskusi tentang krisis di Suriah.

Tekanan dunia internasional telah meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Suriah untuk menghentikan serangan ke Kota Hama.

Bagaimanapun, para diplomat mengatakan nampaknya tidak mungkin ada resolusi yang keras dari PBB, karena Dewan keamanan belum mencapai kesepakatan tentang naskah kecaman terhadap kekerasan di Suriah.

Pembekuan aset

Sementara itu Uni Eropa akan membekukan aset dan larangan bepergian bagi lima pejabat Suriah, termasuk Menteri Pertahanan Suriah, Ali Habib.

Dan Italia telah memanggil duta besarnya di Suriah, untuk melaporkan masalah tindak kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil.

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bertemu dengan orang Suriah yang berada di pengasingan, yang mendesak dia untuk meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur secepatnya.

Dalam pernyataan Kementrian Luar Negeri AS, disebutkan Clinton menyampaikan kekagumannya terhadap keberanian rakyat Suriah yang terus menentang kebrutalan pemerintah.

Presiden Assad telah menjanjikan perubahan tetapi juga menyebutkan penduduk dan pasukan keamanan telah diserang oleh 'kelompok bersenjata' yang didukung oleh kekuasaan asing.

Organisasi HAM mengatakan sejak Minggu, sekitar 140 orang tewas oleh pasukan keamanan dan sebagian besar di Hama.

Lebih dari 1.000 warga sipil diyakini telah tewas sejak protes terhadap pemerintah berlangsung Maret lalu.

Sementara itu, jurnalis asing juga dilarang memasuki Suriah, sehingga sulit untuk melakukan verifikasi tentang jumlah korban yang dilaporkan saksi mata dan aktivis.