Tank Suriah menewaskan 45 warga sipil

Sumber gambar, Reuters
Sejumlah tank pemerintah Suriah beroperasi di kota Hama di bagian utara negara itu menewaskan paling tidak 45 orang, kata kelompok hak asasi manusia.
Warga melaporkan terjadinya tembakan sengit dan mengatakan rumah sakit kewalahan menangani korban luka dan tewas.
Pemerintah mengatakan "kelompok bersenjata" membakar kantor polisi dan melakukan penjarahan. Kelompok bersenjata menewaskan dua tentara Suriah, tambahnya.
Para pejabat Amerika Serikat menggambarkan berbagai kejadian ini sebagai "penyerangan besar-besaran" pemerintah Suriah terhadap rakyatnya sendiri.
Operasi ini adalah bentuk keputusasaan pemerintah Suriah, kata JJ Harder atase pers kedubes AS di Damaskus kepada BBC.
Tanpa toleransi
Lewat operasi militer terbaru ini, pemerintah mengirimkan pesan yang jelas bahwa mereka tidak akan menerima kerusuhan skala besar menjelang Ramadhan, saat di mana unjuk rasa diperkirakan akan meningkat, lapor wartawan BBC Lina Sinjab di Damaskus.
Tetapi penduduk Hama tetap menentang.
Sebagian berada di jalan-jalan berteriak,"Kami tidak akan dibunuh lagi."
Mereka mengacu kepada pembantaian tahun 1982 yang menewaskan puluhan ribu orang saat ayah Presiden Bashar al-Assad, Hafez, menurunkan pasukan untuk mengatasi pemberontakan Islamis di sana.
Unjuk rasa akhir-akhir ini, yang mendesak reformasi demokrasi dan kebebasan politik, tidak menunjukkan isyarat mereda sementara operasi pemerintah mengundang kutukan dan sanksi dunia.
Para pegiat mengatakan lebih 1.500 warga sipil dan 350 anggota keamanan tewas di Suriah sejak unjuk rasa dimulai pada pertengahan Maret.





























