Unjuk rasa tetap berlanjut di Suriah

Unjuk rasa di Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa tetap berlangsung di Suriah walau menghadapi kekerasan dari aparat keamanan.

Ribuan orang melakukan unjuk rasa di beragai kota Suriah, Jumat 5 Agustus, sehari setelah tentara membungkam kelompok oposisi di Hama dengan menggunakan kekerasan.

Para pegiat yang menyerukan unjuk rasa selepas sembayang Jumat ini, walau sudah memasuki bulan Ramadan. Sebuah situs kelompok pergerakan membuat pesan "Allah bersama kami, apakah kau juga?"

Hari Jumat biasanya memang diwarnai dengan unjuk rasa besar-besaran di Suriah.

Video yang disebut diambil di ibukota Damaskus memperlihatkan pengunjuk rasa berteriak "Hama, kami bersamamu sampai mati dan (Presiden) Bashar pergi."

Sementara itu potongan gambar video lain menunjukkan orang-orang yang berteriak "Kami tidak mau kau, Bashar."

Ada juga yang membawa poster bertuliskan "Bashar membantai rakyat dan komunitas internasional bisu."

Tembakan aparat keamanan

Aparat keamanan dilaporkan kembali mengambil tindakan keras untuk membubarkan unjuk rasa, dengan melepas tembakan dan gas air mata.

Para pegiat mengatakan empat orang tewas ditembak aparat keamanan pada hari Jumat di Irbin, kawasan pinggiran Damaskus, dan sedikitnya 10 lainnya terluka.

Sementara itu dua pengunjuk rasa dilaporkan tewas di kota Homs.

Tank tentara Suriah memasuki Hama

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pegiat mengatkan sedikitnya 100 warga sipil di Hama tewas akibat serangan tentara pemerintah.

Abdul Karim Rihawi, dari Liga Pembela Hak Asasi Manusia Suriah, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa di kota Deir al-Zour sekitar 30.000 orang ikut melakukan unjuk rasa.

Wartawan asing dilarang masuk ke Suriah sehingga tidak bisa dikukuhkan jumlah korban jiwa maupun para pengunjuk rasa yang turun ke jalan-jalan pada hari Jumat.

Bagaimanapun, hampir dipastikan bahwa kelompok pembangkang Suriah masih belum surut walau menghadapi aksi kekerasan dari pemerintah.

Hama direbut pemerintah

Gelombang unjuk rasa di Suriah untuk menentang Presiden Presiden Bashar al-Assad sudah berlangsung sejak pertengahan Maret.

Sementara itu TV pemerintah melaporkan bahwa Hama -yang sempat dikuasai barisan perlawanan- sudah kembali berada dalam kendali pemerintah setelah diserbu selama hampir sepekan.

Penduduk Hama dan pegiat hak asasi mengatakan tentara membunuh lebih dari 100 warga sipil dalam upaya mereka untuk masuk mengusai kota tersebut.

Amerika Serikat menuding pemerintah Suriah bertanggung jawab atas kematian 2.000 warganya sejak unjuk rasa marak anti Presiden Bashar marak.

Kelompok pembangkang Suriah mendapat inspirasi dari unjuk rasa di Tunisia dan Mesir, yang berhasil menggulingkan presiden mereka yang otoriter.