PM Inggris janjikan perlawanan sosial

Sumber gambar, Getty
Perdana Menteri Inggris David Cameron menjanjikan hal yang disebut sebagai perlawanan sosial dalam menanggapi kerusuhan dan penjarahan meluas di Inggris pekan lalu.
David Cameron mengatakan keluarga perlu diperkuat untuk mengatasi 'Inggris yang retak'. Oleh karena itu, pemerintah akan mengkaji ulang berbagai kebijakan dan mempercepat rencana untuk menangani "keluarga-keluarga bermasalah", peningkatan ketrampilan mendidik anak dan pendidikan.
"Masyarakat yang porak-poranda kembali menjadi agenda utama saya," kata Cameron di satu pusat kegiatan pemuda di Witney, Oxfordshire, Selasa (15/8).
Perdana menteri juga berjanji akan melakukan perang penuh terhadap geng-geng yang ada sebagai bagian dari program mengatasi "keruntuhan moral".
"Pembasmian geng-geng ini harus menjadi prioritas baru nasional," jelas Cameron.
Tanpa disiplin
Dalam pidatonya perdana menteri Inggris mengatakan para politisi enggan membicarakan hal-hal yang benar dan salah. David Cameron juga mempertanyakan apakah mereka mempunyai tekad menghadapi keruntuhan moral yang pelan-pelan runtuh di kalangan generasi sekarang di sejumlah daerah Inggris.
Disebutkan anak-anak tanpa ayah, sekolah-sekolah tanpa disiplin dan masyarakat tanpa kontrol adalah sebagian hal-hal salah yang terjadi di sebagian daerah Inggris dan warga meminta pemerintah untuk bertindak.
Sementara itu pemimpin oposisi dari Partai Buruh Ed Miliband mengatakan masalah masyarakat dan ekonomi saling terkait dan dia sanksi langkah-langkah yang ditempuh pemerintah akan efektif.

"Setiap hari perdana menteri membuktikan diri mencari solusi dangkal dan tidak benar-benar, bukan solusi lestari yang diperlukan negara berdasarkan kearifan dan wawasan masyarakat kita," jelas Miliband.
Di tengah pernyataan-pernyataan kedua politisi itu, berbagai pengadilan di Inggris menggelar sidang ratusan terdakwa dalam kasus kerusuhan, penjarahan dan mengganggu ketertiban umum yang terjadi di London dan sejumlah kota lain pekan lalu.
Sejauh ini kepolisian telah menangkap 2.772 orang, 1.406 diantaranya telah dikenai dakwaan.





























