Rudal Scud digunakan oleh Gaddafi

scudd

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Rudal Scud dibuat pertama kali oleh Uni Soviet untuk keperluan perang dingin

Pasukan yang setia dengan Kolonel Muammar Gaddafi untuk pertama kalinya menembakkan rudal Scud dalam konflik yang sudah berlangsung enam bulan di Libia, demikian pejabat pertahanan Amerika Serikat.

Dikatakan rudal tersebut ditembakkan dari kota pinggir pantai Sirte dan diarahkan ke Brega yang saat ini diduduki oleh pemberontak, tetapi jatuh di padang pasir dan tidak menimbulkan akibat apapun juga.

Pasukan pro-Gaddafi diyakini mempunyai lebih dari 200 rudal Scud.

Penggunaan Scud diperkirakan untuk mencegah gerak maju pasukan pemberontak ke ibukota Tripoli.

Pada hari Senin terjadi pertempuran sengit di dua kota strategis menuju Tripoli, Zawiya yang terletak sekitar 50 kilometer di sebelah barat dan Gharyan sekitar 80 kilometer arah selatan.

Kalau kedua kota ini jatuh ke tangan pemberontak, Tripoli akan terkurung dari semua penjuru dengan pasukan NATO memblokade laut.

Daya ledak hebat

Kalangan pemberontak mengatakan bahwa mereka telah menguasai kedua kota itu tetapi belum ada laporan independen yang bisa membenarkan klaim tersebut.

Penembakan rudal Scud itu terdeteksi oleh pasukan Amerika yang mengatakan terjadi pada Minggu pagi (14/8) dan jatuh sekitar 80 kilometer di luar kota Brega.

Tidak ada bantahan ataupun pembenaran dari pemerintah Libia.

Kedua kekuatan sudah sejak awal bertarung untuk menguasai Brega dengan penguasaan wilayah silih berganti terjadi.

Rudal Scud mempunyai akurasi hingga 800 kilometer dan bisa membawa hulu ledak hingga sekitar satu ton.

Di awal konflik pasukan koalisi pimpinan NATO menjadikan peluncur roket maupun penyimpanan rudal Scud di dekat Sirte sebagai sasaran, dengan mengatakan senjata dengan hulu ledak besar itu bisa digunakan terhadap kalangan sipil.