Pemberontak memburu Muammar Gaddafi

Sumber gambar, AFP
Pemimpin pemberontak Libia mengatakan tidak mengetahui keberadaan Muammar Gaddafi meskipun sebagian besar kota Tripoli telah dikuasai.
"Kami belum mengetahui keberadaan Gaddafi, apakah dia masih berada di dalam atau sudah di luar Libia," ujar Mustafa Abdul Jalil, pemimpin pemberontak Dewan Transisi Nasional.
Dalam jumpa pers hari Senin (22/8) di Benghazi dia mengatakan kawasan sekitar kediaman Gaddafi di Bab al-Azizia di Tripoli belum jatuh ke tangan pemberontak.
Namun Abdul Jalil menekankan kembali klaim sebelumnya bahwa pemberontak telah menangkap anak Gaddafi, Saif al-Islam.
Abdul Jalil juga menegaskan bahwa era Gaddafi sudah berakhir.
"Era Gaddafi telah berakhir," ujar Abdul Jalil di Benghazi.
Dia berharap Gaddafi dapat "ditangkap hidup-hidup sehingga dia dapat memperoleh pengadilan yang jujur."
Kantung perlawanan
Seorang juru bicara Gaddafi sebelumnya mengatakan, pasukannya menguasai 15-20% Tripoli, ibu kota Libia.
Dewan Transisi Nasional menyatakan akan memindahkan pusat operasinya dari Tripoli menuju Benghazi.
Kota Benghazi telah jatuh ke tangan pemberontak sejak dimulainya perlawanan terhadap Tripoli.
Abdul Jalil mengatakan, "Saya memperingatkan masih ada kantung-kantung perlawanan di dan sekitar Tripoli."
Dia mengatakan kepada televisi Al Jazeera bahwa dia akan mengundurkan diri jika pemberontak melakukan pembalsan dendam dan main hakim sendiri.
Seorang penduduk Tripoli yang tidak mau disebut namanya mengatakan kepada BBC, bahwa pemberontak "menyerbu rumah-rumah penduduk dan mencuri apa saja" yang ada di dalamnya.





























