Pemberontak Libia tangkap putra Gaddafi

Sumber gambar, Reuters
Pasukan pemberontak Libia berhasil memasuki ibukota Tripoli dan menangkap salah satu putra Muammar Gaddafi, Saif al-Islam.
Ketua Mahkamah Kriminal Internasional, ICC, Luis Moreno-Ocampo, mengatakan sudah mendapat informasi tentang penangkapan tersebut.
Sebelumnya ICC mengindikasikan Saif terlibat dalam serangkaian aksi pembunuhan dan penyiksaan warga sipil di negara tersebut.
Kelompok pemberontak mengatakan selain Saif, mereka juga berhasil menangkap putra Gaddafi lainnya, Muhammad.
Laporan-laporan terakhir menyebutkan kelompok pemberontak terus mendesak ke pusat kota untuk menguasai sejumlah titik penting di kota tersebut.
Sejumlah warga juga terlihat menyambut kedatangan kelompok pemberontak yang mulai berdatangan ke Tripoli setelah sehari sebelumnya terlibat dalam aksi pertempuran sengit di sekitar kota tersebut.
Wartawan BBC di Tripoli, Matthew Price, mengatakan pasukan pemberontak saat ini tengah berupaya menguasai hotel yang menjadi tempat penginapan wartawan internasional.
Sementara itu Menteri Informasi Libia, Moussa Ibrahim, mengatakan pertempuran yang terjadi sejak tengah hari kemarin waktu setempat telah mengakibatkan sekitar 1300 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka.
Dia juga mengatakan bahwa rumah sakit setempat tidak mampu menangani seluruh korban akibat serangan itu.
Wartawan kami membenarkan adanya bahwa pertempuran berdarah memang terjadi di Tripoli.
Percaya diri
Meski berada dalam kondisi terdesak, Kolonel Gaddafi masih yakin bahwa pemerintahannya memiliki ribuan pengikut bersenjata yang setia di pusat kota walau sebagian laporan menyebutkan banyak dari mereka telah menyerah kepada tentara pemberontak.
Menurut Moussa Ibrahim pemerintah masih 'sangat tangguh' dalam menghadapi pemberontak.
"Kami masih memiliki ribuan dan ribuan lagi pejuang," katanya.
Dia menuduh NATO mendukung aksi serangan "kelompok penjahat bersenjata" dengan kekuatan udaranya. Moussa juga menambahkan akibatnya 376 orang tewas dan 900 orang lainnya luka-luka pada aksi hari Sabtu kemarin.
Sejauh ini belum ada yang bisa memverifikasi secara independen jumlah korban tewas yang disebut oleh Moussa itu.
Moussa menambahkan pemerintah Gaddafi saat ini sedang menyiapkan upaya perundingan dengan kelompok pemberontak yang tergabung dalam Dewan Transisi Nasional (NTC), namun pernyataan itu kemudian seperti mentah kembali saat Gaddafi mengeluarkan pernyataan keras melalu televisi nasional pada hari Minggu malam.
Kesempatan Gaddafi
Dalam pernytaan itu dia meminta pendukungnya untuk 'membersihkan' Tripoli dari kelompok pemberontak.
"Bagaimana anda bisa membiarkan Tripoli, ibukota negara ini, berada dalam pendudukan lagi?" katanya.
"Para pengkhianat itu telah membuka jalan bagi pasukan pendudukan untuk memasuki Tripoli."
Ketua Dewan Transisi Nasional, Mustafa Mohammed Abdul Jalil sesaat setelah berhasil meraih kemenanganan, mengatakan kelompok pemberontak akan menghentikan aksi serangan mereka jika Gaddafi mau mengumumkan kepergiannya dari Libia.
Soal penangkapan Saif al-Islam, dia mengatakan bahwa putra Gaddafi itu berada "dalam penahanan di tempat yang aman dan di bawah penjagaan ketat sampai nanti diserahkan kepada pengadilan."
Dia menambahkan pasukan pemberontak akan memberikan jalan bagi Gaddafi dan putranya untuk untuk meninggalkan negara itu jika Gaddafi memang memutuskan untuk meninggalkan Libia.





























