Dimanakah Kolonel Gaddafi?

Sumber gambar, Reuters
Bersamaan dengan masuknya pasukan pemberontak ke ibukota Libia, Tripoli, yang disambut meriah oleh warga yang merayakan ambruknya rezim tua negara itu, muncul pertanyaan: Dimanakah Kolonel Muammar Gaddafi.
Pemimpin yang sudah berkuasa di Libia selama 42 tahun itu pada akhir pecan Sabtu, 20 Agustus, masih terdengar berseru agar semua warga Libia ikut berperang.
“Saya Di Tripoli,” katanya kepada TV Libia dengan lewat telepon. “Pergi ke luar, saya bersama anda sampai akhir,” desaknya.
Pesan-pesan yang disiarkan TV menjadi salah satu caranya untuk menyatakan kehadirannya selama pertarungan sengit antara pasukan pemberontak dan pemerintah dalam waktu beberapa bulan belakangan.
Namun dia tidak terlihat lagi di depan umum sejak Mei, dan penampilan terakhirnya di lyara TV adalah pertengahan Juni, ketika sedang main catur bersama Presiden Federasi Catur Dunia, Kirsan Ilyumzhinov.
Jika dia memang masih berada di kompleks pemukimannya di Tripoli, maka kemungkinan keberadaannya bias diketahui dalam waktu beberapa jam saja karena pertarungan sengit dilaporkan terjadi di kompleks Bab-al-Aziza itu.
Namun keberadaannya di kompleks itu tidak bisa dipastikan, dan muncul sejumlah spekulasi.
Yang paling kuat adalah dia sudah meninggalkan Tripoli beberapa waktu lalu dan kemungkinan menuju tempat kelahirannya, Sire, di pantai barat, atau ke kampong asal keluarganya, Sabha di Libia selatan.
Di luar negeri?
Ketika bulan lalu BBC dibawa ke Sirte dalam sebuah tur pemerintah, berlangsung pawai petang hari yang diikuti ribuan orang yang memperlihatkan dukungan kepada Kolonel Gaddafi.
Namun kabar burung menyatakan dia sudah meninggalkan Libia. Afrika Selatan –yang memimpin upaya perundingan Persatuan Afrika dalam penyelesaian krisis Libia- Senin 22 Agustus sudah membantah mengirim pesawat ke Libia untuk membatnu pelarian Gaddafi..

“Pemerintah Afrika Selatan ingin membantah dan menyangkal kabar burung maupun pernyataan bahwa Afrik Selatan mengirim pesawat untuk menerbangkan Kololnel Gaddafi dan keluarganya ke lokasi yang tidak dirahasiakan,” tegas Menteri Luar Negeri Maite Nkoana-Mashabane kepada para wartawan.
Sementara itu sumber kelompok pemberontak yang tidak diebutkan namanya mengatakan Kolonel Gaddafi bersama beberapa angot keluarga berada di dekat perbatasan Aljazair.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat hingga Senin (22/08) menyatakan keyakinan bahwa mantan pemimpin Libia itu masih berada di negaranya.
"Kami tidak mendapat informasi bahwa dia sudah meninggalkan negara itu,” kata juru bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan, tanpa memberi rncian lebih lanut.
Di manapun Kolonel Gaddafi berada, masih sulit untuk memprediksi bagaimana akhir dari seorang pemimpin yang selalu tampil flamboyant yang menyebut dirinya sebagai pengarah spiritual bagi bangsanya.
Bagaimanapun hampir bisa dipastikan, akhir itu sudah semakin dekat.





























