Korut kecam latihan militer Korsel-AS

Sumber gambar, 1
Korea Utara menilai semenanjung Korea menghadapi masa terburuknya karena latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dimulai Selasa (16/8).
"Sebuah perang habis-habisan bisa dipicu berbagai insiden," demikian ditulis tajuk harian Partai Komunis Korea Utara, Rodong Sinmun.
Komentar harian ini terbit setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat mengumumkan latihan militer bersama selama 10 hari bertajuk Ulchi Freedom Guardian.
Para petinggi militer AS dan Korea Selatan menggambarkan latihan bersama itu sebagai sebuah latihan pertahanan dan rutin.
Namun, di mata Korea Utara latihan ini adalah sebuah persiapan kedua negara untuk melakukan invasi, sehingga negeri komunis itu langsung melakukan latihan militer serupa.
Harian Rodong Sinmun menulis latihan militer Korea Selatan dan AS ini dirancang untuk menyerang fasilitas peluru kendali dan nuklir Korea Utara.
"Militer dan rakyat Korea Utara tak akan tinggal diam saat imperialis Amerika memobilisasi kekuatan militer besar-besaran yang mengancam kedaulatan kita," papar Rodong Sinmun.
Tetap berlatih
Meski dikecam, latihan besar-besaran militer Korea Selatan dan Amerika Serikat tetap digelar.
Latihan militer selama 10 hari itu akan melibatkan lebih dari 530.000 prajurit, termasuk 3.000 personil yang langsung datang dari AS dan berbagai pangkalan militer AS di wilayah Pasifik.
Komandan Pasukan Gabungan, Jenderal James D. Thurman mengatakan latihan ini akan difokuskan pada persiapan dan pencegahan berbagai ancaman saat ini dan masa mendatang untuk Korea Selatan dan kawasan di sekitarnya.
"Kami melakukan latihan yang diperoleh dari pengalaman di Irak dan Afghanistan. Termasuk pengalaman terbaru sekutu dalam menghadapi provokasi Korea Utara di kawasan ini," kata Thurman.
Sepanjang latihan ini, militer kedua negara akan berlatih menjalankan berbagai jenis misi termasuk misi yang melibatkan ancaman serangan senjata kimia, biologi dan nuklir.
Hingga kini belum ada perjanjian damai resmi antara kedua negara sejak perang Korea 1950-1953 berakhir.
Keduanya sepakat melakukan gencatan senjata dan membuat garis demarkasi yang dijaga ketat militer kedua negara ditambah militer Amerika Serikat.





























