Pejabat keamanan pendukung Gaddafi berada di Niger

Kenderaan bersenjata Libia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kolonel Muammar Gaddafi diyakini tidak berada dalam konvoi yang memasuki Niger.

Kepala keamanan Kolonel Muammar Gaddafi merupakan satu dari beberapa mantan pejabat Libia yang tiba di Niamey, ibukota Niger.

Pihak berwenang Niger mengatakan Mansour Daw masuk ke negara itu Minggu, 4 September 20011 , melalui kota gurun pasir, Agadez.

Menurut Menteri Dalam Negeri Niger, Abdou Labo, Daw diizinkan masuk ke negaranya berdasarkan alasan kemanusiaan.

Sementara itu satu konvoi kendaraan bersenjata yang disebut membawa para pendukung Gaddafi yang bersenjata lengkap dan membawa emas serta uang tunai juga dilaporkan sudah melintasi perbatasan.

Laporan-laporan menyebutkan konvoi itu sudah tiba di Agadez dan sedang dalam perjalanan menuju Niamey, yang jaraknya sekitar 950km.

"Sejumlah kendaraan yang membawa emas, mata uang euro dan dollar melintas dari Jufra ke Niger dengan bantuan para anggota suku Tuareg," kata Fathi Baja dari Dewan Transisi Nasional Libia, NTC.

Masih di Libia?

Namun pejabat Niger mengatakan Kolonel Gaddafi tidak terdapat dalam rombongan itu.

Juru bicara NTC di London, Guma el-Gamaty, mengatakan kepada BBC bahwa Niger akan mendapat hukuman jika memang terbukti membantu pelarian Gaddafi.

"Niger bertetangga dengan Libia di selatan dan seharusnya mempertimbangkan hubungan masa depan dengan Libia," tegas Gamaty.

Amerika Serikat sudah meminta Niger untuk menangkap para tokoh senior pendukung Gaddafi yang masuk ke negara itu.

"Kami mendesak dengan keras agar para pejabat Nigeria menangkap anggota rezim yang kemungkinan menjadi subyek penuntutan hukum," tutur juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland.

Laporan sebelumnya menyebutkan Burkina Faso -yang berbatasan dengan Niger- sudah menawarkan untuk menampung Kolonel Gaddafi namun dibantah oleh salah seorang menterinya.

"Burkina Faso tidak menawarkan suaka kepada Gaddafi. Burkina Faso tidak mendapat informasi Gaddafi datang ke negara ini," tutur Menteri Komunikasi, Alain Edouard Traore kepada BBC.

Seorang komandan militer pemerintah transisi yakin kalau Kolonel Gaddafi masih berada di Libia namun sedang melarikan diri dari kawasan peperangan.

"Kami mendapatkan dari banyak sumber bahwa dia berupaya untuk menuju ke selatan, ke arah Chad atau Niger," kata Hisham Buhagiar dalam wawancara dengan kantor berita Reuters.

Kolonel Gaddafi sudah bertekad untuk bertarung sampai mati walau dia sudah kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah negeri itu.

Istri dan dua putranya serta seorang putrinya sudah melarikan diri ke Aljazair. Pemerintah Aljzair menegaskan bahwa keempatnya diterima berdasarkan alasan kemanusiaan.